Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Panas Bikin Emosi Mudah Meledak dan Tidur Terganggu, Ini Penjelasan Psikolog dan Tips Mengatasinya

Muhammad Firman Syah • Jumat, 17 Oktober 2025 | 22:04 WIB
Cuaca terik menyengat dapat tingkatkan stres dan gangguan kesehatan.
Cuaca terik menyengat dapat tingkatkan stres dan gangguan kesehatan.

Radar Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia. Suhu udara yang menembus lebih dari 37°C bukan hanya berisiko terhadap kesehatan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis.

Dalam cuaca terik yang berkepanjangan, tubuh manusia lebih cepat kehilangan energi dan cairan, sehingga menimbulkan kelelahan, gangguan tidur, bahkan peningkatan tingkat stres.

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Marini, menjelaskan bahwa suhu tinggi berhubungan erat dengan naiknya stres dan agresivitas masyarakat.

"Di jalan raya orang lebih cepat membunyikan klakson, di rumah percakapan kecil bisa berubah jadi perdebatan, dan di tempat kerja suasana cepat memanas bukan karena masalah besar, tapi karena tubuh dan pikiran sedang lelah menghadapi tekanan cuaca yang tak terlihat," ujarnya, dikutip dari laman resmi UM Surabaya.

Menurut Marini, ketika menghadapi suhu panas ekstrem, energi manusia terbagi untuk berpikir dan menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu. Kondisi ini membuat produktivitas menurun dan toleransi antarindividu berkurang.

"Otak bekerja lebih lambat karena sibuk mengatur suhu tubuh, bukan mengolah emosi. Maka jangan heran kalau pada hari-hari panas, banyak orang merasa ‘tidak seperti dirinya sendiri’," tambahnya.

Selain menurunkan produktivitas, panas ekstrem juga berpengaruh terhadap kualitas tidur. Suhu tinggi membuat tidur menjadi tidak nyenyak, yang pada akhirnya menimbulkan emosi negatif seperti mudah marah, cemas dan kehilangan motivasi.

Dalam psikologi, kemampuan beradaptasi terhadap tekanan lingkungan disebut coping. Marini menekankan bahwa coping bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga bentuk kesadaran diri untuk tetap menenangkan pikiran.

"Kita tidak bisa mengendalikan suhu udara, tetapi kita bisa mengendalikan cara kita meresponsnya," jelasnya.

Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama cuaca panas ekstrem, Marini menyarankan agar masyarakat memperbanyak waktu istirahat, membatasi paparan panas, menjaga pola makan, serta menyediakan waktu untuk relaksasi.

Selain itu, beberapa langkah praktis dapat dilakukan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan stabil secara emosional di tengah suhu tinggi.

1. Perbanyak minum air putih

2. Konsumsi minimal delapan gelas air setiap hari agar tubuh tidak dehidrasi.

3. Lindungi kulit

4. Gunakan pelembap dan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan.

5. Batasi kafein dan alkohol

6. Kedua zat ini mempercepat kehilangan cairan tubuh, ganti dengan air putih atau jus segar.

7. Gunakan pakaian nyaman

8. Pilih bahan ringan seperti katun atau linen berwarna cerah agar sirkulasi udara lancar.

9. Hindari aktivitas luar ruangan di jam terik

10. Jika harus keluar antara pukul 10.00–15.00, gunakan topi dan kacamata hitam.

11. Konsumsi makanan segar

12. Buah dan sayuran tinggi air seperti semangka, jeruk dan mentimun dapat menurunkan suhu tubuh.

13. Jaga sirkulasi udara di rumah

14. Gunakan kipas atau pendingin udara dan buka jendela agar udara segar masuk.

BMKG memperkirakan kondisi panas ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, menjaga keseimbangan tubuh, mencukupi asupan cairan dan mengelola stres dengan baik menjadi langkah penting agar tetap sehat dan produktif di tengah suhu yang kian terik. (ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#BMKG #cuaca panas #suhu tubuh #emosi #tidur terganggu