Radar Surabaya - Rasa mual di pagi hari tidak hanya dialami oleh ibu hamil, tetapi juga dapat terjadi pada siapa pun akibat berbagai faktor. Mulai dari naiknya asam lambung, stres, kurang tidur, hingga efek samping obat, semua bisa menjadi pemicu timbulnya rasa tidak nyaman tersebut. Dengan mengenali penyebabnya lebih awal, keluhan mual dapat diatasi dan dicegah agar tidak berulang.
Selama ini, fenomena mual di pagi hari sering diidentikkan dengan tanda kehamilan. Padahal, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan, kadar gula darah yang rendah, hingga pola makan yang tidak teratur. Kebiasaan sederhana seperti melewatkan sarapan atau tidur larut malam bahkan dapat memperparah gejalanya.
Beragam penyebab mual di pagi hari, antara lain
Perubahan hormon pada kehamilan
Morning sickness umum dialami ibu hamil, terutama di trimester pertama. Peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen dapat memengaruhi sistem pencernaan, membuat perut terasa tidak nyaman, dan menimbulkan mual saat bangun tidur dalam keadaan perut kosong.
Masalah pada lambung
Gangguan seperti maag dan GERD menjadi penyebab yang sering ditemui. Naiknya asam lambung ke kerongkongan setelah tidur semalaman dapat menimbulkan sensasi mual, nyeri ulu hati, serta rasa terbakar di dada. Makan terlalu larut malam atau mengonsumsi makanan pedas dan berlemak sebelum tidur juga meningkatkan risiko ini.
Pola makan tidak teratur
Kebiasaan melewatkan waktu makan, terutama makan malam, dapat menurunkan kadar gula darah di pagi hari. Kondisi ini memicu reaksi tubuh berupa rasa lemas dan mual.
Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti antibiotik, obat antinyeri, atau suplemen zat besi, dapat mengiritasi lambung jika diminum saat perut kosong. Dampaknya bisa terasa di pagi hari dalam bentuk mual atau ketidaknyamanan di perut.
Stres dan kecemasan
Stres berlebih turut memengaruhi sistem pencernaan melalui hubungan otak dan usus (gut-brain axis). Saat tubuh diliputi kecemasan, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol meningkat, mengganggu pergerakan usus dan menimbulkan mual akibat naiknya asam lambung.
Mual ringan umumnya dapat diatasi dengan melakukan perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup. Beberapa langkah yang dapat membantu meredakan keluhan ini antara lain dengan mengonsumsi camilan ringan seperti biskuit tawar sebelum bangun tidur untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta menghindari makanan pedas dan berlemak sebelum tidur yang dapat memicu gangguan lambung.
Selain itu, penting untuk memperbanyak asupan air putih setidaknya delapan gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Mengelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau latihan pernapasan juga dapat membantu menenangkan sistem pencernaan. Tak kalah penting, menjaga jadwal makan dan waktu tidur secara teratur berperan besar dalam mencegah munculnya rasa mual di pagi hari.
Namun, apabila mual terus berulang atau disertai gejala lain seperti muntah hebat, nyeri perut, atau penurunan berat badan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat. (dta/fir)
Editor : M Firman Syah