Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terlalu Lama Main HP, Anak Rentan Alami Gangguan Emosi dan Konsentrasi

Muhammad Firman Syah • Kamis, 16 Oktober 2025 | 00:47 WIB
Penggunaan gawai berlebihan ganggu perkembangan emosi dan konsentrasi anak.
Penggunaan gawai berlebihan ganggu perkembangan emosi dan konsentrasi anak.

Surabaya – Penggunaan gawai secara berlebihan oleh anak-anak, terutama di usia sekolah dasar, dinilai berisiko tinggi terhadap kesehatan mental, kemampuan belajar, dan keterampilan sosial mereka. Hal ini terungkap dalam hasil riset terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Studi tersebut menyebutkan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari untuk bermain ponsel memiliki kecenderungan mengalami gangguan konsentrasi, mudah cemas, serta mengalami penurunan kemampuan dalam bersosialisasi.

“Anak-anak pada usia sekolah dasar sedang berada pada fase perkembangan kognitif dan emosional yang pesat. Paparan layar berlebihan dapat menghambat proses tersebut,” jelas peneliti UGM, Dr. Ratri Purnamasari, dikutip Senin (15/10).

Penelitian ini melibatkan lebih dari 1.000 siswa SD dari berbagai kota besar di Indonesia. Dari hasil survei, sebanyak 65 persen anak diketahui menggunakan ponsel untuk bermain gim atau menonton video lebih dari dua jam per hari. Hanya 15 persen yang menggunakan gawai untuk aktivitas edukatif.

Tak hanya berdampak pada aspek psikologis dan kognitif, penggunaan ponsel hingga larut malam juga mengganggu pola tidur anak. Kondisi ini membuat anak lebih mudah lelah saat beraktivitas di sekolah dan menurunkan kualitas pembelajaran.

Pakar psikologi anak, Dr. Ratih Ibrahim, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membatasi waktu penggunaan perangkat digital dan mengarahkan anak pada kegiatan yang lebih sehat.

“Batasi waktu penggunaan HP dan ajak anak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Aktivitas fisik dan komunikasi tatap muka masih sangat penting bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Para ahli menyarankan agar orang tua mulai menerapkan aturan zona tanpa gawai di dalam rumah, seperti di meja makan dan kamar tidur. Selain itu, edukasi mengenai penggunaan teknologi secara bijak juga perlu dilakukan sejak dini agar anak mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan keseimbangan emosional dan sosial mereka. (akr/fir)

Editor : M Firman Syah
#anak anak #kesehatan mental #gawai