Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

11 Penyebab Diet Gagal, Dari Stres hingga Target Tidak Realistis yang Harus Diwaspadai

Muhammad Firman Syah • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:11 WIB
Sering Stres Bikin Berat Badan Susah Turun.
Sering Stres Bikin Berat Badan Susah Turun.

Radar Surabaya – Banyak orang sudah berupaya menjaga pola makan dan rutin berolahraga, namun angka timbangan tak kunjung berubah. Ternyata, sejumlah kebiasaan sehari-hari dan kondisi medis tertentu bisa menghambat penurunan berat badan. Berikut 11 faktor utama yang perlu diperhatikan agar program diet lebih efektif.

Stres Berkepanjangan

Stres memicu peningkatan hormon kortisol yang memicu rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak. Penelitian dalam Current Obesity Report (2018) menyebutkan, kadar kortisol tinggi jangka panjang memicu penumpukan lemak, terutama di perut. Mengelola stres melalui meditasi, hobi, atau istirahat cukup dapat mendukung keberhasilan diet.

Kurang Tidur

Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Studi dalam Epidemiology (2019) menunjukkan kekurangan tidur memperlambat metabolisme, menurunkan energi, dan memicu keinginan makan berlebih.

Pola Makan Tidak Teratur

Melewatkan waktu makan dapat meningkatkan rasa lapar dan konsumsi kalori di waktu berikutnya. Diet efektif memerlukan jadwal makan teratur dengan porsi seimbang setiap hari.

Kurang Konsisten Berolahraga

Olahraga penting untuk membakar kalori dan menjaga kebugaran. Ahli merekomendasikan aktivitas fisik minimal 75–150 menit per minggu dengan jenis olahraga sesuai kemampuan agar aman dan rutin dilakukan.

Efek Obat Tertentu

Obat antidepresan, asam lambung, dan kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Konsultasi dokter diperlukan untuk menyesuaikan dosis atau mencari alternatif tanpa mengganggu diet.

Terlalu Sering Cheat Day

“Cheat day” sesekali wajar, namun jika terlalu sering dapat menggagalkan upaya diet. Batasi maksimal sekali seminggu dengan porsi terkendali.

Asupan Gizi Tidak Seimbang

Diet rendah karbohidrat tanpa protein, lemak sehat, dan vitamin-mineral seimbang justru bisa meningkatkan kalori harian. Komposisi gizi seimbang tetap penting di setiap porsi.

Resistensi Insulin

Kondisi ini membuat tubuh menyimpan kalori sebagai lemak ketimbang membakar menjadi energi. Resistensi insulin terkait sindrom metabolik memerlukan penanganan medis.

Pola Makan Tidak Sadar (Mindless Eating)

Makan terburu-buru atau sambil melakukan aktivitas lain dapat menambah asupan kalori berlebih. Praktik mindful eating membantu mengontrol jumlah makan dan mendukung penurunan berat badan.

Gula Tersembunyi

Gula tambahan sering tersembunyi dalam saus, roti, minuman kemasan, dan makanan “sehat” seperti granola. Membaca label dengan cermat dan mengurangi gula tersembunyi dapat menurunkan berat badan signifikan.

Target Diet Tidak Realistis

Menargetkan penurunan berat badan drastis tidak sehat maupun realistis. Fokus pada perubahan gaya hidup jangka panjang lebih efektif daripada mengejar hasil instan. (dta/fir)

Editor : M Firman Syah
#kurang tidur #berat badan #pola makan #stres #gagal diet