Radar Surabaya – Banyak orang sudah berupaya menjaga pola makan dan rutin berolahraga, namun angka timbangan tak kunjung berubah. Ternyata, sejumlah kebiasaan sehari-hari dan kondisi medis tertentu bisa menghambat penurunan berat badan. Berikut 11 faktor utama yang perlu diperhatikan agar program diet lebih efektif.
Stres Berkepanjangan
Stres memicu peningkatan hormon kortisol yang memicu rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak. Penelitian dalam Current Obesity Report (2018) menyebutkan, kadar kortisol tinggi jangka panjang memicu penumpukan lemak, terutama di perut. Mengelola stres melalui meditasi, hobi, atau istirahat cukup dapat mendukung keberhasilan diet.
Kurang Tidur
Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Studi dalam Epidemiology (2019) menunjukkan kekurangan tidur memperlambat metabolisme, menurunkan energi, dan memicu keinginan makan berlebih.
Pola Makan Tidak Teratur
Melewatkan waktu makan dapat meningkatkan rasa lapar dan konsumsi kalori di waktu berikutnya. Diet efektif memerlukan jadwal makan teratur dengan porsi seimbang setiap hari.
Kurang Konsisten Berolahraga
Olahraga penting untuk membakar kalori dan menjaga kebugaran. Ahli merekomendasikan aktivitas fisik minimal 75–150 menit per minggu dengan jenis olahraga sesuai kemampuan agar aman dan rutin dilakukan.
Efek Obat Tertentu
Obat antidepresan, asam lambung, dan kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Konsultasi dokter diperlukan untuk menyesuaikan dosis atau mencari alternatif tanpa mengganggu diet.
Terlalu Sering Cheat Day
“Cheat day” sesekali wajar, namun jika terlalu sering dapat menggagalkan upaya diet. Batasi maksimal sekali seminggu dengan porsi terkendali.
Asupan Gizi Tidak Seimbang
Diet rendah karbohidrat tanpa protein, lemak sehat, dan vitamin-mineral seimbang justru bisa meningkatkan kalori harian. Komposisi gizi seimbang tetap penting di setiap porsi.
Resistensi Insulin
Kondisi ini membuat tubuh menyimpan kalori sebagai lemak ketimbang membakar menjadi energi. Resistensi insulin terkait sindrom metabolik memerlukan penanganan medis.
Pola Makan Tidak Sadar (Mindless Eating)
Makan terburu-buru atau sambil melakukan aktivitas lain dapat menambah asupan kalori berlebih. Praktik mindful eating membantu mengontrol jumlah makan dan mendukung penurunan berat badan.
Gula Tersembunyi
Gula tambahan sering tersembunyi dalam saus, roti, minuman kemasan, dan makanan “sehat” seperti granola. Membaca label dengan cermat dan mengurangi gula tersembunyi dapat menurunkan berat badan signifikan.
Target Diet Tidak Realistis
Menargetkan penurunan berat badan drastis tidak sehat maupun realistis. Fokus pada perubahan gaya hidup jangka panjang lebih efektif daripada mengejar hasil instan. (dta/fir)
Editor : M Firman Syah