Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fakta Medis, Menggaruk Gatal Bisa Memicu Siklus Gatal-Garuk Tak Berujung

Muhammad Firman Syah • Senin, 13 Oktober 2025 | 20:53 WIB
Ilustrasi seseorang menggaruk kulit karena rasa gatal.
Ilustrasi seseorang menggaruk kulit karena rasa gatal.

Radar Surabaya – Banyak orang kerap merasakan sensasi aneh ketika menggaruk bagian tubuh yang gatal. Rasa gatal yang awalnya muncul di satu titik, kadang berpindah ke area lain setelah digaruk. Meski tampak sepele, fenomena ini memiliki penjelasan ilmiah menarik yang berkaitan dengan cara kerja saraf dan respons tubuh terhadap rangsangan.

Ahli dari School of Health and Human Sciences di Southern Cross University, Dr. Desiree Kozlowski, menjelaskan bahwa rasa gatal atau pruritus umumnya dipicu oleh pelepasan histamin, zat kimia alami tubuh yang muncul sebagai reaksi terhadap iritasi kulit, alergi, eksim, atau gigitan serangga.

“Rasa gatal ini menjadi penting secara evolusi. Ketika tubuh merasakan kehadiran kutu atau parasit, gatal muncul sebagai sinyal agar kita menggaruk dan menyingkirkannya,” kata Kozlowski, dikutip dari ABC, Minggu (12/10).

Ia menjelaskan bahwa kulit manusia memiliki jaringan reseptor nyeri dengan jarak antartitik yang sangat rapat, sekitar satu milimeter. Namun, serabut saraf yang bertanggung jawab terhadap rasa gatal justru mencakup area yang jauh lebih luas.

“Jarak reseptor gatal bisa mencapai lima hingga enam sentimeter. Itulah sebabnya saat kita menggaruk di satu titik, gatal bisa terasa berpindah ke area sekitar, seolah menyebar,” jelasnya.

Menariknya, tindakan menggaruk yang mengenai area gatal sering kali menimbulkan sensasi nikmat. Kozlowski menyebut hal ini terjadi karena garukan memicu rasa nyeri ringan yang membuat tubuh melepaskan serotonin, neurotransmitter yang berperan menenangkan dan meredakan rasa sakit.

“Saat kita menimbulkan sedikit rasa sakit lewat garukan, tubuh melepaskan neurotransmitter bernama serotonin yang membantu meredakan rasa sakit,” ungkapnya.

Namun, pelepasan serotonin ini ternyata juga dapat memperkuat sinyal gatal di otak. Kondisi tersebut dikenal sebagai itch-scratch cycle atau siklus gatal-garuk, di mana menggaruk memang memberikan kelegaan sesaat, tetapi juga dapat memperpanjang sensasi gatal itu sendiri. (ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#Garuk #gatal #kulit #serotonin