Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mata Lelah dan Kering Akibat Layar, Ini Tips Dokter untuk Menjaganya Tetap Sehat di Era Digital

Muhammad Firman Syah • Jumat, 10 Oktober 2025 | 21:59 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang memijat mata akibat kelelahan setelah menatap layar komputer terlalu lama.
Ilustrasi seseorang yang sedang memijat mata akibat kelelahan setelah menatap layar komputer terlalu lama.

Surabaya – Di era serba digital saat ini, hampir seluruh aktivitas manusia bergantung pada layar. Mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan, semua dilakukan melalui gawai seperti komputer, ponsel pintar dan tablet. Dampaknya, banyak orang kini mengeluhkan mata terasa pegal, kering, hingga pandangan kabur bahkan di usia muda.

Menurut laporan Nielsen, rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat menghabiskan waktu sekitar 8 jam 34 menit per hari di depan layar. Kondisi serupa juga terjadi di masyarakat urban Indonesia.

“Masalahnya, mata kita jarang diberi jeda,” ujar pakar kesehatan mata dari New York City, dr. Sophia Visanji, dalam wawancara yang dikutip Real Simple.

Ketika seseorang terlalu lama menatap layar, frekuensi kedipan mata dapat menurun hingga 60 persen. Padahal, kedipan berfungsi menjaga kelembapan dan kesehatan permukaan mata. Akibatnya, mata menjadi kering, iritasi, hingga terasa berat.

Selain itu, fokus jarak dekat yang dilakukan terus-menerus membuat otot mata tegang. Tak heran jika banyak pekerja kantoran maupun pelajar digital sering mengalami mata cepat lelah, sakit kepala, dan sulit fokus setelah lama menatap layar.

Paparan cahaya biru (blue light) dari layar juga dapat memperburuk kondisi. Meski belum terbukti menyebabkan kerusakan permanen, cahaya biru berpotensi mengganggu ritme tidur alami tubuh (circadian rhythm), membuat seseorang sulit beristirahat dengan nyenyak.

Untuk mengurangi risiko kelelahan mata, dr. Sophia merekomendasikan metode sederhana bernama trik 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Kebiasaan ini membantu otot mata beristirahat dan mengurangi ketegangan akibat fokus jarak dekat. Agar tidak lupa, Anda bisa memasang pengingat di ponsel atau menaruh jam kecil di meja kerja sebagai penanda waktu.

Langkah Lain untuk Mengatasi Mata Lelah

Selain menerapkan trik 20-20-20, beberapa kebiasaan berikut juga penting untuk menjaga kesehatan mata di tengah aktivitas digital.

1. Gunakan kacamata pelindung layar. Pilih lensa dengan blue light filter untuk mengurangi paparan cahaya biru ke retina.

2. Atur pencahayaan ruangan dan layar. Hindari bekerja di tempat yang terlalu gelap atau terang berlebihan agar mata tidak tegang.

3. Tidur cukup dan teratur. Waktu tidur malam penting bagi regenerasi sel-sel mata; kurang tidur dapat memperparah kelelahan.

4. Perhatikan asupan nutrisi. Konsumsi makanan kaya vitamin A, C, E, zinc dan selenium seperti wortel, bayam, salmon, dan buah berwarna oranye untuk menjaga kesehatan retina.

5. Lakukan pemeriksaan mata rutin. Terutama bagi usia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat gangguan mata dalam keluarga. Pemeriksaan rutin membantu deteksi dini masalah penglihatan.

6. Batasi waktu layar saat tidak diperlukan. Setelah lama bekerja di depan komputer, hindari langsung menatap ponsel agar mata dapat beristirahat.

Mata adalah organ vital yang bekerja tanpa henti setiap hari. Meski terlihat sederhana, kebiasaan seperti beristirahat sejenak setiap 20 menit dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Seperti disampaikan dr. Sophia Visanji, “Kesehatan mata bukan tentang seberapa lama kita bisa menatap layar, tapi seberapa bijak kita memberi waktu istirahat untuknya.” (wid/fir)

Editor : M Firman Syah
#mata #Era Digital #asupan nutrisi #Mata lelah #tips sehat