Radar Surabaya — Gaya hidup modern yang serba digital membuat banyak anak muda, terutama generasi Z, tanpa disadari terjebak dalam kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan tulang. Salah satunya adalah skoliosis, kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping membentuk huruf “S” atau “C”.
Fenomena ini kian marak di kalangan Gen Z yang hidup di era teknologi dan mobilitas tinggi. Aktivitas seperti belajar daring, bekerja jarak jauh, hingga menghabiskan waktu lama di depan layar membuat mereka cenderung duduk dalam posisi yang kurang ideal.
Awalnya mungkin tidak menimbulkan keluhan, namun jika dibiarkan, dapat berujung pada nyeri punggung, gangguan pernapasan akibat tekanan paru-paru, hingga perubahan postur tubuh permanen.
Sejumlah kebiasaan harian diduga menjadi pemicu utama meningkatnya kasus skoliosis di usia muda, antara lain duduk terlalu lama tanpa bergerak, sering menunduk menatap ponsel, postur tubuh yang tidak sejajar, serta kurangnya aktivitas fisik. Tekanan berlebih pada tulang belakang akibat pola tersebut bisa menyebabkan perubahan bentuk tubuh dan meningkatkan risiko kelainan tulang.
Gejala skoliosis sering kali muncul tanpa disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain bahu atau pinggul tampak tidak sejajar, tubuh terlihat condong ke satu sisi, salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol dan nyeri punggung muncul setelah duduk terlalu lama.
Jika tanda-tanda tersebut mulai tampak, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Tanpa penanganan yang tepat, skoliosis dapat memicu nyeri kronis, gangguan pernapasan, hingga perubahan bentuk tubuh yang menetap.
Ahli kesehatan menegaskan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini sebagai langkah pencegahan. Caranya antara lain menjaga postur duduk tetap tegak, rutin berolahraga untuk memperkuat otot punggung, menghindari posisi menunduk terlalu lama, serta memberi jeda setiap 30–60 menit untuk berdiri, meregangkan tubuh, atau berjalan singkat.
Langkah sederhana tersebut efektif membantu menjaga keseimbangan tulang belakang sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut. Kesadaran terhadap pentingnya postur dan aktivitas fisik menjadi kunci agar generasi muda terhindar dari “remaja jompo” di usia dini dan tetap sehat hingga masa depan. (bil/fir)
Editor : M Firman Syah