Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cara Efektif Mengatasi Alergi Debu agar Tidak Kambuh Lagi di Rumah

Muhammad Firman Syah • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:28 WIB
Ilustrasi seseorang mengalami alergi debu.
Ilustrasi seseorang mengalami alergi debu.

Radar Surabaya – Alergi debu menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami tanpa disadari banyak orang. Kondisi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap partikel halus di udara, terutama debu rumah tangga.

Dalam partikel debu, terdapat serpihan kulit mati, bulu hewan peliharaan, tungau, spora jamur, serta partikel mikroskopis lain yang memicu reaksi alergi. Saat terhirup, tubuh akan melepaskan zat histamin yang menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman, mulai dari hidung tersumbat hingga mata berair.

Tanda-tanda alergi debu dapat bervariasi pada setiap individu, dari ringan hingga cukup parah. Gejala yang umum dialami antara lain bersin berkepanjangan, hidung tersumbat atau berair, mata terasa gatal dan berair, serta batuk terutama saat berada di tempat berdebu.

Pada sebagian kasus, penderita juga bisa mengalami sesak napas, gatal pada kulit, dan gangguan tidur. Gejala umumnya lebih berat di malam hari karena paparan debu dari kasur, bantal, atau selimut yang digunakan setiap hari.

Alergi debu terjadi ketika sistem imun salah mengenali partikel debu sebagai ancaman berbahaya. Tubuh kemudian membentuk antibodi untuk melawannya, sehingga timbul reaksi alergi.

Beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena alergi debu, seperti riwayat keluarga dengan alergi serupa, sering berada di lingkungan berdebu, atau memiliki daya tahan tubuh lemah. Tungau debu yang hidup di kasur, bantal, dan sofa menjadi pemicu paling umum.

Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, alergi debu bisa dikendalikan melalui langkah-langkah sederhana. Kunci utamanya adalah menghindari paparan pemicu. Rajinlah membersihkan rumah, mengganti seprai dan sarung bantal secara teratur, serta gunakan penyedot debu dengan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air) untuk menyaring partikel halus.

Obat antihistamin atau dekongestan dapat membantu meredakan gejala seperti hidung tersumbat dan gatal. Pada kasus yang lebih berat, dokter mungkin menyarankan terapi imunoterapi guna menurunkan sensitivitas tubuh terhadap alergen.

Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari kambuhnya alergi debu. Menjaga kebersihan rumah secara rutin, terutama kamar tidur, sangat penting. Gunakan penutup kasur dan bantal yang kedap debu, hindari penggunaan karpet serta perabot berbahan kain yang mudah menyimpan debu.

Pemasangan filter udara HEPA di dalam ruangan juga dapat membantu menjaga kualitas udara tetap bersih. Jika gejala alergi terus berulang atau semakin parah hingga mengganggu aktivitas, segera lakukan pemeriksaan medis untuk menentukan penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat. (dta/fir)

Editor : M Firman Syah
#HEPA #Bulu hewan #gatal kulit #alergi debu #kasur #tungau debu