Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Friendship Burnout, Tanda Kamu Butuh Batasan dalam Persahabatan

Muhammad Firman Syah • Kamis, 9 Oktober 2025 | 00:23 WIB
Friendship burnout sering terjadi pada pertemanan.
Friendship burnout sering terjadi pada pertemanan.

Surabaya - Pernah merasa sangat menyayangi teman-temanmu, namun di saat yang sama justru merasa lelah berinteraksi dengan mereka? Bukan karena kehilangan kepedulian, tetapi karena energi sudah terkuras habis.

Hal yang dulu terasa menyenangkan kini justru terasa berat. Kondisi inilah yang dikenal sebagai friendship burnout, yakni saat hubungan pertemanan terasa melelahkan secara emosional dan mental.

Friendship burnout adalah kondisi ketika seseorang merasa lelah secara psikologis dalam hubungan pertemanan. Relasi yang seharusnya memberikan kenyamanan dan energi positif, justru tidak lagi menghadirkan perasaan tersebut.

Fenomena ini dapat muncul karena berbagai faktor, seperti ekspektasi berlebihan, komunikasi yang tidak sehat, atau beban emosional yang terlalu berat dalam mempertahankan hubungan.

Salah satu penyebab utama friendship burnout adalah budaya “selalu ada untuk teman”, yang kerap menimbulkan rasa bersalah ketika seseorang tidak membalas pesan, menolak ajakan bertemu, atau memilih tidak aktif dalam kelompok pertemanan.

Padahal, rasa bersalah itu tidak selalu menandakan bahwa seseorang adalah teman yang buruk. Terkadang, itu merupakan tanda bahwa seseorang membutuhkan batasan dan ruang pribadi.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Psikolog Octa Reni Setiawati, S.Psi., M.Psi., yang mengatakan, “Kadang kita terlalu berusaha menjadi ‘teman baik’, hingga lupa bahwa kita juga butuh ruang untuk diri sendiri. Tanpa disadari, kita memaksakan interaksi yang tidak sehat.”

Untuk menjaga pertemanan tetap sehat, diperlukan keseimbangan antara perhatian terhadap diri sendiri dan orang lain. Bentuknya bisa berupa kejujuran terhadap batas diri, menunjukkan kepedulian melalui hal-hal kecil, serta menyadari bahwa pertemanan akan terus mengalami perubahan.

Persahabatan sejatinya menjadi ruang untuk beristirahat dan memulihkan energi, bukan sumber kelelahan. Seseorang tetap bisa menunjukkan kepedulian tanpa harus selalu hadir setiap waktu.

Sebab, teman yang baik bukan hanya mereka yang selalu hadir dalam momen bahagia, tetapi juga yang memahami ketika kita membutuhkan waktu untuk sendiri. (bil/fir)

Editor : M Firman Syah
#burnout #persahabatan #Emosional #psikologis #friendship