Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kenali Sejak Dini, 13 Kebiasaan Anak Ini Bisa Jadi Sinyal Gangguan Mental

Muhammad Firman Syah • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Perubahan sikap drastis bisa jadi sinyal gangguan mental sejak dini.
Perubahan sikap drastis bisa jadi sinyal gangguan mental sejak dini.

Radar Surabaya – Gangguan mental tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak, termasuk balita. Sayangnya, banyak orangtua belum menyadari bahwa sejumlah kebiasaan si kecil bisa menjadi sinyal awal gangguan psikologis yang serius.

Usia balita dikenal dengan perilaku yang dinamis, sulit diprediksi dan kerap membingungkan. Di sinilah peran orangtua menjadi krusial untuk memahami setiap perubahan sikap yang muncul, karena bisa jadi merupakan gejala awal gangguan mental.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gangguan mental yang tidak tertangani sejak dini dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda-tanda yang mengarah pada masalah mental sedini mungkin. Berikut 13 kebiasaan anak yang patut diwaspadai.

Tantrum Berkepanjangan

Menangis, berteriak, atau marah berlebihan memang umum terjadi pada balita yang belum mampu mengekspresikan emosinya secara verbal. Namun, jika tantrum terjadi terlalu sering atau disertai perilaku ekstrem, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan suasana hati atau kesulitan mengatur emosi.

Berat Badan Turun tanpa Sebab Jelas

Penurunan berat badan tidak selalu disebabkan oleh penyakit fisik. Gangguan mental seperti kecemasan atau gangguan makan dapat memengaruhi nafsu makan anak. Jika kondisi ini terjadi, orangtua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.

Sering Mengeluh Sakit tanpa Penyebab Medis

Keluhan seperti sakit kepala, perut, atau mual yang berulang tanpa hasil pemeriksaan medis yang jelas dapat mengindikasikan tekanan emosional. Kondisi psikologis seringkali memunculkan keluhan fisik sebagai ekspresi stres yang tidak bisa diungkapkan anak.

Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Anak yang tiba-tiba menjadi pendiam, enggan bermain, atau tampak cemas di lingkungan ramai bisa mengalami gangguan kecemasan. Jika berlangsung lama, hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus.

Mengungkapkan Ingin Menyakiti Diri Sendiri

Ucapan anak mengenai kematian atau menyakiti diri sendiri tidak boleh diabaikan. Meskipun terdengar tidak lazim untuk usia balita, hal ini dapat menjadi sinyal gangguan emosional yang serius. Segera cari bantuan profesional bila tanda ini muncul.

Perilaku Tidak Terkendali

Balita memang aktif, namun perilaku agresif atau impulsif yang berlebihan bisa menandakan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan serupa. Anak biasanya sulit mengikuti aturan dan instruksi sederhana.

Kehilangan Minat pada Aktivitas Favorit

Jika anak tiba-tiba tidak tertarik pada permainan atau aktivitas yang dulu disukai, bisa jadi itu gejala awal depresi. Kondisi ini dapat memengaruhi semangat belajar dan hubungan sosial anak.

Enggan Beraktivitas

Ketika anak lebih sering murung, enggan bermain di luar, atau tampak kehilangan energi, orangtua perlu memperhatikan kemungkinan adanya gangguan mental yang memengaruhi motivasinya.

Perilaku Mengulang Secara Berlebihan

Kebiasaan melakukan tindakan berulang, seperti mencuci tangan terus-menerus atau merapikan benda secara obsesif, bisa mengarah pada Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Biasanya, perilaku ini muncul untuk meredakan kecemasan yang tidak disadari anak.

Kesulitan Fokus

Anak yang tidak bisa berkonsentrasi lama, mudah teralihkan, atau sulit menyelesaikan kegiatan dapat mengalami gangguan pemusatan perhatian. Jika tidak ditangani, hal ini bisa memengaruhi kemampuan belajar di masa depan.

Terlalu Pemilih Makanan

Sikap terlalu selektif terhadap makanan hingga menolak banyak jenis makanan bisa menjadi tanda gangguan makan yang berkaitan dengan kondisi psikologis. Bila disertai stres atau kecemasan saat makan, sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli gizi atau psikolog.

Sulit Tidur atau Takut Tidur Malam

Ketakutan atau kecemasan yang muncul setiap kali akan tidur, termasuk menangis dan terbangun berulang kali, bisa menandakan gangguan psikologis. Kondisi ini berbeda dari perilaku anak yang sekadar ingin bermain lebih lama.

Perubahan Emosional Drastis

Perubahan suasana hati yang ekstrem, dari sedih menjadi marah tanpa sebab jelas, menunjukkan adanya tekanan emosional. Perubahan ini merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.

Segera Cari Bantuan Profesional
Apabila orangtua menemukan satu atau beberapa tanda di atas, jangan panik tetapi juga jangan menyepelekannya. Konsultasi dengan dokter anak atau psikolog merupakan langkah awal yang tepat untuk memastikan kondisi si kecil.

Gangguan mental pada anak dapat ditangani dengan baik jika dikenali sejak dini. Kepedulian dan kepekaan orangtua menjadi faktor utama dalam membantu anak tumbuh sehat secara emosional dan psikologis. (dta/fir)

Editor : M Firman Syah
#gangguan mental #tantrum #kebiasaan anak #menyakiti diri sendiri #Kesulitan Fokus