Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Apakah Benar Terlalu Sering Mewarnai Rambut Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan: Ini Faktanya

Nurista Purnamasari • Senin, 6 Oktober 2025 | 04:08 WIB
Sejumlah penelitian dan kasus medis menunjukkan bahwa terlalu sering mewarnai rambut dapat memicu gangguan serius pada tubuh.
Sejumlah penelitian dan kasus medis menunjukkan bahwa terlalu sering mewarnai rambut dapat memicu gangguan serius pada tubuh.

RADAR SURABAYA - Mewarnai rambut telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, baik untuk menutupi uban, mengikuti tren, maupun mengekspresikan diri. Namun, di balik tampilan yang menarik, penggunaan pewarna rambut secara berlebihan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan.

Sejumlah penelitian dan kasus medis menunjukkan bahwa terlalu sering mewarnai rambut dapat memicu gangguan serius pada tubuh, mulai dari iritasi kulit hingga risiko penyakit kronis.

Dampak Kesehatan Akibat Pewarna Rambut
Pewarna rambut umumnya mengandung bahan kimia seperti amonia, para-phenylenediamine (PPD), dan hidrogen peroksida.

Zat-zat ini digunakan untuk membuka kutikula rambut dan mengubah pigmen alami, namun dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada tubuh.

Berikut beberapa efek samping yang telah teridentifikasi:
1. Alergi dan iritasi kulit: PPD merupakan alergen yang umum ditemukan dalam pewarna rambut. Paparan berulang dapat menyebabkan ruam, gatal, pembengkakan wajah, bahkan luka di kulit kepala

2. Gangguan pernapasan: Kandungan amonia dalam pewarna rambut bersifat toksik dan dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan sesak napas dan batuk

3. Kerusakan rambut dan kulit kepala: Pewarna permanen dapat merusak keratin, membuat rambut kering, rapuh, dan mudah patah. Dalam kasus ekstrem, folikel rambut bisa rusak permanen.

4. Risiko kanker: Beberapa pewarna rambut mengandung zat karsinogenik seperti formaldehid dan tar batubara. Studi menunjukkan bahwa penggunaan rutin pewarna rambut permanen dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih dan jenis kanker lainnya

Dokter Tao Chenyang dari Zhengzhou People's Hospital juga memperingatkan bahwa zat seperti timbal dan merkuri dalam pewarna rambut dapat menembus kulit kepala dan memengaruhi fungsi ginjal serta sistem pernapasan

Mewarnai rambut secara berkala memang sah-sah saja, namun jika dilakukan terlalu sering dan tanpa memperhatikan kandungan bahan kimia, risiko kesehatan bisa meningkat drastis.

Mulai dari alergi ringan hingga gangguan organ vital, efek samping pewarna rambut perlu menjadi perhatian serius.

Konsultasi dengan ahli dermatologi dan memilih produk yang aman serta bebas bahan berbahaya adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#mewarnai rambut #Iritasi #bahaya cat rambut #kanker #alergi #kesehatan