Radar Surabaya – Bagi Gen Z, berfoto di photobox kini bukan sekadar tren, melainkan rutinitas setiap kali berkumpul dengan teman. Dibandingkan foto biasa, photobox menawarkan pengalaman yang lebih menyenangkan sekaligus berkesan.
Profesor psikologi dari University of Massachusetts, Dr. Susan Krauss Whitbourne, menjelaskan tren ini memiliki dampak positif terhadap hubungan sosial.
"Proses mengingat kenangan melalui foto fisik dapat meningkatkan ikatan emosional dan membantu memperbaharui pengalaman sosial dengan cara yang lebih personal dan tahan lama," jelasnya.
Ia menambahkan, dokumentasi foto cetak juga membuat seseorang lebih terhubung dengan momen tertentu.
"Kenangan yang dicetak dapat membuat kita lebih terhubung dengan momen tersebut dan mengingatnya lebih lama," ujarnya.
Gen Z dikenal menyukai hal-hal cepat dan sederhana. Photobox menjadi pilihan ideal karena tidak membutuhkan fotografer atau pengaturan teknis rumit. Cukup masuk, berpose, dan hasil foto langsung dicetak.
Tirai penutup pada photobox memberi ruang privasi sehingga pengguna lebih leluasa berekspresi tanpa khawatir diperhatikan orang lain. Suasana ini membuat hasil foto lebih natural dan penuh keseruan.
Photobox biasanya dilengkapi dengan berbagai properti, seperti kacamata lucu hingga topi unik. Tema foto pun beragam, termasuk opsi berfoto dengan idol favorit.
Kamera beresolusi tinggi, pencahayaan optimal, serta fitur filter dan pengeditan membuat hasil foto terlihat profesional. Pengguna bisa menyesuaikan warna atau gaya sesuai selera.
Dengan segala keunggulan tersebut, photobox kian diminati Gen Z untuk mengabadikan kebersamaan. Kehadirannya pun semakin mudah dijumpai di pusat perbelanjaan, area publik, hingga kafe kekinian. (bil/fir)
Editor : M Firman Syah