Radar Surabaya - Narkoba masih menjadi ancaman besar di tengah masyarakat. Meski kampanye pencegahan terus dilakukan, jumlah penyalahgunaan narkoba belum menunjukkan penurunan signifikan. Dampak yang ditimbulkan bukan hanya merusak tubuh pengguna, tetapi juga menghancurkan keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), narkotika adalah zat atau obat, baik alami maupun buatan, yang dapat memengaruhi kesadaran, menimbulkan halusinasi, hingga merangsang sistem saraf.
Dalam dunia medis, narkotika dapat dimanfaatkan sebagai obat, tetapi hanya dalam dosis tertentu dan di bawah pengawasan dokter. Penyalahgunaan di luar kendali medis justru menimbulkan kecanduan dan kerusakan tubuh.
Penyalahgunaan narkoba tanpa resep medis membawa risiko besar bagi kesehatan. Seperti dehidrasi, zat berbahaya dalam narkoba mengganggu keseimbangan cairan tubuh, memicu kejang, sesak napas, hingga kerusakan otak. Penurunan kesadaran, efek menenangkan sering berujung pada tubuh yang terlalu lemah, hilang kesadaran, bahkan sulit dibangunkan. Kondisi ini juga merusak daya ingat dan koordinasi.
Kematian menjadi resiko paling fatal adalah overdosis, di mana pengguna dapat mengalami kejang hebat hingga berujung kematian. Selain fisik, narkoba meninggalkan luka serius pada kondisi mental penggunanya.
Halusinasi, kerusakan otak akibat narkoba memicu gangguan persepsi yang berpotensi berkembang menjadi paranoia, kecemasan, depresi, hingga serangan panik. Penurunan kualitas hidup karena pengguna cenderung sulit berkonsentrasi, mudah gelisah, kehilangan motivasi, dan kerap terjebak dalam aktivitas ilegal.
Efek narkoba tidak berhenti pada pengguna, tetapi juga berdampak pada masyarakat.
Data mencatat, kasus narkoba meningkat dari 26 ribu pada 2010 menjadi 29 ribu pada 2011. Indonesia bahkan ditaksir mengalami kerugian lebih dari Rp 50 triliun setiap tahun, mencakup aliran dana ke jaringan internasional, biaya rehabilitasi, menurunnya kualitas sumber daya manusia, hingga naiknya angka kriminalitas.
Melihat bahaya yang begitu besar, keluarga, khususnya orang tua, berperan penting dalam pencegahan. Pengawasan sejak dini terhadap lingkungan pergaulan anak diharapkan dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman yang mematikan. (dta/fir)
Editor : M Firman Syah