Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gen Z Lebih Pilih Konten Media Sosial daripada Artikel Panjang, Ini Temuan Riset

Muhammad Firman Syah • Rabu, 24 September 2025 | 21:46 WIB
Ilustrasi Gen Z mengakses media sosial sebagai sumber utama informasi di era digital.
Ilustrasi Gen Z mengakses media sosial sebagai sumber utama informasi di era digital.

Surabaya – Generasi Z, kelompok yang lahir antara 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi digital yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kedekatan mereka dengan internet dan platform digital menjadikan media sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Sejumlah riset menunjukkan bahwa Gen Z lebih gemar membaca unggahan media sosial dibandingkan artikel konvensional. Salah satunya, penelitian A Research Paper on Social Media, An Innovative Educational Tool Issues and Ideas in Education oleh Kalia G, menyebutkan media sosial kini menjadi metode inovatif dalam mendukung tujuan pendidikan. Studi tersebut menegaskan bahwa platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan X/Twitter sudah melebur menjadi bagian dari budaya digital Gen Z.

Senada dengan itu, penelitian yang dipublikasikan Fadhlizha dan Hetty Krisnani dalam jurnal ilmiah mengenai perilaku Gen Z di TikTok menjelaskan bahwa teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga kanal edukasi sekaligus ruang ekspresi kreatif.

Secara ringkas, media sosial berperan sebagai medium penyampaian edukasi dan aktivisme sosial yang lebih adaptif dengan pola pikir serta gaya hidup Gen Z.

Beberapa faktor yang membuat Gen Z lebih memilih konten media sosial antara lain karena terbiasa dengan informasi singkat dan visual yang mudah dipahami. Mereka juga menyukai sajian ringkas yang terhindar dari information overload. Visual menarik serta gaya komunikasi yang langsung membuat artikel panjang kurang diminati kelompok usia ini.

Namun, dominasi media sosial bukan tanpa risiko. Peneliti menyoroti potensi turunnya kualitas informasi yang dikonsumsi, disinformasi akibat konten serba singkat, hingga dampak terhadap kesehatan mental. Keterikatan berlebihan dengan media sosial dapat memicu kecemasan, depresi, hingga perasaan kesepian akibat isolasi sosial. (mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#artikel #membaca #media social #Gen Z #riset