Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fenomena Marriage is Scary, Gen Z Indonesia Kian Takut Menikah, Angka Pernikahan Turun Drastis

Muhammad Firman Syah • Rabu, 24 September 2025 | 21:24 WIB
Ilustrasi, perempuan Gen Z takut menikah.
Ilustrasi, perempuan Gen Z takut menikah.

 

Jakarta – Fenomena Marriage is Scary semakin mencuat di kalangan perempuan Generasi Z di Indonesia. Narasi ini tidak hanya berkembang di media sosial, tetapi juga merefleksikan kecemasan nyata terhadap pernikahan, yang diperkuat dengan dua kasus tragis di Bandung dan Mojokerto.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengklasifikasikan kasus seorang ibu di Kabupaten Bandung yang mengakhiri hidup setelah meracuni dua anaknya sebagai filisida maternal. Peristiwa ini diduga dipicu tekanan ekonomi sebagaimana tercantum dalam surat wasiat yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kasus serupa muncul di Pacet, Mojokerto. Alvi Maulana, 24, tega memutilasi kekasihnya, Tiara Angelina Saraswati, 25, menjadi ratusan potongan tubuh. Polisi mengungkapkan bahwa latar belakang pekerjaan pelaku sebagai jagal hewan membuat aksinya dilakukan dengan keterampilan khusus. Konflik emosional dan persoalan ekonomi disebut sebagai pemicu utama.

Fenomena Marriage is Scary juga mendapat penguatan dari penelitian akademis. Kajian Nurul Fitriyani dkk. (2025) dalam Endogami Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi menyebut Generasi Z aktif mendefinisikan ulang makna pernikahan, termasuk melalui perjanjian pranikah dan diskusi kesetaraan gender.

Penelitian Hamda Sulfinadia dkk. (2025) dalam Al-Istinbath Jurnal Hukum Islam mengidentifikasi lima faktor dominan yang mendorong ketakutan menikah di kalangan Muslim Indonesia, yakni persoalan ekonomi (31,99 persen), perselingkuhan (16,27 persen), adat budaya (15,62 persen), KDRT (15,60 persen), serta pengaruh media sosial (6,8 persen).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren yang sejalan. Jumlah pernikahan menurun dari 1,74 juta pada 2021 menjadi 1,57 juta pada 2023, sementara angka perceraian tetap berada pada level tinggi.

Para pakar menilai fenomena Marriage is Scary menuntut langkah strategis berupa edukasi pranikah, layanan konseling, serta penguatan perlindungan sosial. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadikan pernikahan sebagai ruang aman, sehat, dan setara bagi generasi muda. (ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#kpai #indonesia #perempuan #Gen Z #Marriage is Scary