Radar Surabaya - Bunga selama ini identik dengan hiasan, simbol kasih sayang, atau tanaman pekarangan. Namun, sejumlah jenis bunga ternyata dapat dikonsumsi sebagai edible flowers. Selain mempercantik sajian kuliner, bunga ini juga menyimpan manfaat kesehatan yang mulai diperhatikan penelitian modern.
Tren menambahkan bunga dalam hidangan bukan lagi sekadar estetika. Kini banyak restoran menyajikan salad dengan taburan kelopak, minuman dengan campuran bunga kering, hingga dessert beraroma floral. Menariknya, khasiat kesehatan yang ditawarkan tidak kalah dengan buah dan sayuran yang biasa dikonsumsi.
Hibiscus
Hibiscus atau rosella populer sebagai teh herbal. Warna merah keunguan kelopaknya berasal dari antosianin, senyawa antioksidan yang berfungsi menjaga jantung. Healthline menyebutkan, konsumsi teh hibiscus dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
Mawar
Kelopak mawar kaya antioksidan. Air mawar sudah lama digunakan untuk kecantikan, sementara teh mawar diyakini dapat menurunkan stres dan memperbaiki suasana hati. Rasanya lembut dengan aroma menenangkan, cocok untuk relaksasi setelah beraktivitas.
Dandelion
Kerap dianggap gulma, dandelion justru sarat vitamin A, C, K, serta serat baik untuk pencernaan. Menurut Healthline, teh dandelion berpotensi mendukung kesehatan hati sekaligus membantu menstabilkan kadar gula darah.
Lavender
Selain populer dalam aromaterapi, lavender juga bisa dikonsumsi. Aroma khasnya memberikan efek relaksasi, sehingga sering digunakan pada teh herbal atau dessert. Studi menyebutkan lavender mampu meredakan kecemasan ringan dan mendukung kualitas tidur.
Nasturtium
Bunga nasturtium tidak hanya mempercantik hidangan, tetapi juga memiliki rasa pedas ringan mirip mustard. Kandungan vitamin C yang tinggi menjadikannya baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Chrysanthemum
Teh krisan atau chrysanthemum telah lama dikenal di Asia, terutama Tiongkok. Minuman ini dipercaya membantu menurunkan panas dalam, meredakan demam, serta memperkuat imunitas. Kandungan flavonoidnya juga berperan sebagai antiinflamasi alami.
Pansy
Pansy yang berwarna-warni kaya antosianin dan saponin. Senyawa ini berpotensi melawan peradangan dan mendukung kesehatan kulit. Tidak heran pansy sering dijadikan hiasan pada kue atau minuman manis.
Tidak semua bunga aman dikonsumsi. Beberapa jenis beracun jika salah pilih, apalagi bila terkontaminasi pestisida. Karena itu, penting memastikan bunga berasal dari varietas edible, bersih, dan dikonsumsi secukupnya.
Edible flowers bukan hanya pemanis hidangan, melainkan juga sumber nutrisi alami. Dari hibiscus penurun tekanan darah, lavender penenang pikiran, hingga dandelion pendukung pencernaan, semua membuktikan bahwa kesehatan bisa hadir dalam bentuk secantik bunga. (ara/fir)
Editor : M Firman Syah