Radar Surabaya - Gelombang panas yang melanda beberapa wilayah akhir-akhir ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan yang serius. Kondisi tersebut terutama mengancam individu yang tidak melakukan persiapan atau perlindungan diri secara optimal.
Pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh dengan langkah sederhana. Di antaranya, rutin mengonsumsi udara meski tidak merasa lelah, menggunakan tabir surya minimal SPF 30 ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas fisik berat di bawah terik matahari.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 20 September 2025, Potensi Hujan Pagi Sekadar Lewat
Beberapa penyakit yang kerap dialami masyarakat ketika suhu udara meningkat.
Dehidrasi, Heatstroke dan iritasi kulit
Gejala awal biasanya berupa rasa lelah, kulit kering, hingga perubahan warna urine menjadi lebih pekat.
Migrain
Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan sinar matahari yang terlalu lama atau polusi udara yang berlebihan.
Panas Dalam
Tubuh semakin rentan ketika cuaca panas diperparah dengan konsumsi makanan tidak sehat, seperti gorengan atau makanan pedas.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Jumat, 19 September 2025, Potensi Hujan Gerimis
Demam Tinggi
Suhu tubuh melonjak drastis akibat paparan sinar matahari berkepanjangan. Tanpa penanganan cepat, kondisi ini bisa mengganggu fungsi otak maupun organ vital lainnya.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala tersebut dan segera mencari bantuan medis jika kondisi kesehatan memburuk. Pencegahan sederhana dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi risiko penyakit akibat cuaca panas ekstrem. (data/fir)
Editor : M Firman Syah