Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bunga Telang Terbukti Punya Manfaat Menjaga Kesehatan Otak dan Suasana Hati, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 20 September 2025 | 12:55 WIB
Si biru eksotis, bunga telang, bukan hanya indah dipandang tapi juga bermanfaat menjaga kesehatan otak dan mood.
Si biru eksotis, bunga telang, bukan hanya indah dipandang tapi juga bermanfaat menjaga kesehatan otak dan mood.

Surabaya – Bunga telang (Clitoria ternatea), tanaman rambat berwarna biru yang kerap menghiasi pagar rumah, ternyata menyimpan khasiat besar bagi kesehatan otak dan kestabilan suasana hati. Temuan terbaru menempatkan bunga ini bukan hanya sebagai pewarna alami atau sajian teh herbal, melainkan juga kandidat tanaman obat dengan manfaat neuroprotektif dan psikologis.

Antioksidan Kuat untuk Perlindungan Sel Saraf
Publikasi ilmiah di Frontiers in Plant Science (Oguis et al., 2019) menyebutkan, bunga telang mengandung antosianin dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan kuat. Senyawa ini mampu melawan radikal bebas yang berlebihan, penyebab utama kerusakan sel saraf dan pemicu penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Dengan sifat perlindungannya terhadap sel otak, konsumsi rutin bunga telang dalam bentuk teh atau ekstrak diyakini dapat membantu menjaga daya ingat sekaligus memperlambat penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan.

Lebih jauh, penelitian yang dilakukan Santosa et al. (2023) dalam International Journal of Biological Sciences Udayana menemukan bahwa ekstrak bunga telang memengaruhi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati.

"Efek menenangkan dari teh telang kemungkinan berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang memberi perlindungan terhadap sel saraf," tulis Santosa.

Tak heran, tradisi minum teh telang sebelum tidur masih lestari di sejumlah budaya Asia Tenggara untuk membantu relaksasi. Tren ini kini juga populer di Indonesia, terutama di kafe-kafe kesehatan yang menyajikan teh telang dengan tambahan jeruk nipis atau madu sebagai minuman alami pereda stres.

Lonjakan kasus depresi dan kecemasan pascapandemi, sebagaimana dilaporkan WHO, mendorong masyarakat mencari alternatif pendukung kesehatan mental. Teh telang menjadi salah satu pilihan, meski para ahli menekankan bahwa konsumsi bunga telang tidak dapat menggantikan terapi medis atau psikologis.

Kendati demikian, kehadirannya dapat menjadi bagian dari praktik mindfulness ritual sederhana untuk menenangkan pikiran melalui minuman sehat dengan warna biru keunguan yang menawan.

Di Thailand, bunga telang dikenal sebagai nam dok anchan dan digunakan dalam ramuan tradisional untuk meningkatkan energi serta menenangkan pikiran. Di Indonesia, telang sudah lama dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan tradisional. Kini, berkat dukungan penelitian ilmiah, tanaman ini mulai dilirik sebagai superfood dengan potensi global.

Meski manfaatnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa bukti ilmiah masih terbatas pada studi laboratorium dan hewan percobaan. Uji klinis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitasnya pada manusia. Oleh karena itu, bunga telang sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan pengganti terapi medis.

Dengan warisan tradisi dan dukungan sains modern, bunga telang mencerminkan potensi besar tanaman Nusantara yang sederhana, namun berpeluang memberi kontribusi penting bagi kesehatan otak dan keseimbangan emosi. (ara/fir)

Editor : M Firman Syah
#bunga telang #antioksidan alami #sel otak #tradisi #kesehatan