RADAR SURABAYA - Perhelatan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Airnav Indonesia di Gedung Orha Satu, Bandara Juanda Surabaya, Jumat (12/9) malam, dimeriahkan dengan pertunjukan seni yang memukau. Puncaknya adalah penampilan Tari Wulandaru yang dibawakan oleh Pusat Olah Seni Budaya Mulyo Joyo Enterprise Surabaya.
Tari kreasi baru yang penuh dengan makna itu berhasil menyedot perhatian seluruh undangan yang hadir. Koreografi yang apik, ditunjang dengan gerakan gemulai dan enerjik dari para penari, menciptakan sebuah karya seni pertunjukan yang mengangkat kearifan lokal.
Karya tersebut merupakan hasil ciptaan Sri Mulyani, S.Sn., M.Sos, koreografer ternama yang juga Dosen Prodi Seni Tari STKW serta Ketua Yayasan Kiprah Kreatif Indonesia. Sri Mulyani yang tengah menempuh studi S-3 di ISI Solo, menyampaikan kebanggaannya terhadap anak asuhnya.
“Saya sangat bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim. Walaupun mereka saya tinggal untuk kuliah S3 di ISI Solo, mereka bisa tampil dengan sangat baik. Ini menjadi bukti bahwa kami mendidik penari dan pelatih yang tidak hanya berkualitas dan profesional, tetapi juga mampu melayani dengan baik dan memberikan service excellence kepada semua buyer atau pihak yang mempercayakan acaranya kepada kami,” ujar Sri Mulyani.
Keberhasilan pagelaran tari ini tidak lepas dari peran para pelatih yang berdedikasi. Silvina Cahya Agita, S.Pd dan Nita Angelina berhasil memoles dan mengarahkan para penari dengan latihan intensif, sehingga mampu menampilkan performa terbaik di atas panggung. Nita Angelina tidak hanya bertugas sebagai pelatih, tetapi juga turun langsung memperkuat barisan penari.
Dua nama lain yang juga bersinar adalah Ulya Khoirotunnisa dan Hasna Athaya Hayati. Keduanya, sebagai penari inti, menunjukkan ekspresi dan teknik menari yang prima, menghidupkan setiap karakter dalam Tari Wulandaru dan menghanyutkan penonton dalam alur cerita yang disajikan.
Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran direksi dan seluruh keluarga besar Airnav Indonesia. Keberadaan Tari Wulandaru menjadi bukti nyata komitmen Airnav Indonesia tidak hanya dalam mengelola lalu lintas udara, tetapi juga dalam mendukung dan melestarikan kekayaan seni dan budaya bangsa, serta apresiasi terhadap karya anak bangsa yang profesional. (*)
Editor : Lambertus Hurek