Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tren Japanese Walking Viral di TikTok, Efektif Tingkatkan Kesehatan Jantung dan Stamina

Muhammad Firman Syah • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:50 WIB
Tren Japanese Walking, sebuah metode berjalan sehat yang menarik perhatian karena memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan stamina
Tren Japanese Walking, sebuah metode berjalan sehat yang menarik perhatian karena memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan stamina

Radar Surabaya – Platform media sosial TikTok tengah diramaikan dengan tren Japanese Walking, sebuah metode berjalan sehat yang menarik perhatian karena kesederhanaannya namun diklaim membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan stamina harian.

Metode ini merupakan bentuk interval walking training, yaitu kombinasi antara berjalan cepat dan berjalan santai secara bergantian. Konsep tersebut pertama kali dirancang oleh dua peneliti asal Jepang, Hiroshi Nose dan Shizue Masuki, sekitar dua dekade lalu. Pola yang direkomendasikan adalah tiga menit berjalan cepat dan tiga menit berjalan santai, diulang sebanyak lima kali sehingga total durasi latihan mencapai sekitar 30 menit.

Fisiolog olahraga dari Universitas Michigan, Laura Richardson, menyatakan bahwa latihan ini sangat mudah dilakukan oleh siapa saja.

“Kita tahu bahwa olahraga itu penting, dan kita tahu bahwa intensitasnya juga penting. Saya pikir hal ini (Japanese Walking) jadi populer karena sangat berkelanjutan; singkat, mudah dilakukan, tidak perlu ke gym, dan ada banyak manfaat dari berjalan kaki,” jelas Richardson.

Manfaat dari Japanese Walking turut dijelaskan oleh dokter spesialis olahraga, Jeanne Doperak, yang menyebutkan bahwa latihan ini berkaitan erat dengan kontrol detak jantung.

“Intensitas tinggi berbeda untuk setiap individu, tapi kami menggambarkannya sekitar 70 persen dari maksimum (detak jantung) Anda,” ujar Doperak.

“Jika Anda sudah sampai pada titik ketika Anda tidak bisa berbicara sama sekali, itu berarti kapasitasnya sudah mendekati 100 persen dan Anda mungkin melakukan lebih dari yang perlu Anda lakukan saat itu untuk mendapatkan manfaatnya,” tambahnya.

Efektivitas metode ini juga dibuktikan melalui penelitian. Studi yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings tahun 2007 menunjukkan bahwa interval walking lebih baik dibandingkan berjalan biasa dalam meningkatkan kesehatan jantung dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Ahli fisiologi olahraga di Hospital for Special Surgery, Ben Yamuder, menegaskan hal tersebut.

“Anda pasti mendapatkan hasil yang lebih baik karena intensitasnya lebih tinggi. Anda membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih singkat,” katanya.

“Otot Anda bekerja lebih keras, dan gula darah diserap melalui otot, jadi ini cara yang bagus untuk mengontrol gula darah Anda, terutama bagi lansia,” tambah Yamuder.

Metode ini juga dinilai aman karena tidak memberikan beban berat pada persendian.

“Memiliki cara untuk mendorong diri sendiri dalam kapasitas yang tidak terlalu membebani sendi, tetapi tetap memberi Anda perasaan berolahraga yang baik, selalu merupakan hal yang positif,” ujar Doperak.

Kendati demikian, Yamuder mengingatkan agar pemula memulai dengan intensitas ringan dan menggunakan sepatu yang nyaman untuk menghindari cedera.

Meski Japanese Walking menawarkan banyak manfaat, Doperak mengingatkan bahwa metode ini bukan pengganti latihan lainnya.

“(Japanese Walking) tidak terlalu bermanfaat untuk penguatan dan pertumbuhan otot dibandingkan untuk kesehatan jantung, jadi penting untuk memiliki program kebugaran yang menyeluruh,” jelasnya.

Namun, ia menyambut positif tren tersebut karena mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif.

“Tren media sosial apa pun yang membuat orang bergerak adalah tren yang akan saya ikuti sebagai dokter spesialis kedokteran olahraga,” ujarnya. (ray/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#tiktok #Japanese Walking #jalan #kesehatan #30 menit #Kebugaran