Radar Surabaya – Gaya hidup begadang yang marak di kalangan Generasi Z kini menjadi perhatian serius karena berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Berbagai kebiasaan seperti menonton film, pekerjaan, gangguan tidur (insomnia), hingga berselancar di media sosial menjadi pemicu utama pola tidur yang terganggu.
Kebiasaan kurang tidur ini tidak hanya menyebabkan stres berlebihan yang dapat berkembang menjadi depresi, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi. Selain itu, pola tidur yang buruk turut memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk kadar gula darah.
Instruktur yoga, Milanda Soenarto, dalam unggahannya di akun TikTok @milanda228, menyoroti dampak buruk begadang terhadap fungsi organ hati. Ia menegaskan pentingnya tidur sebelum pukul 23.00 demi menjaga kesehatan liver.
“Usahakan jangan tidur lebih dari jam 11 malam, karena dari jam 11 malam hingga jam 1 pagi, organ liver atau hati kita memiliki tugas bersih-bersih dalam mencerna makanan yang datang sebelumnya dan mengurangi racun pada tubuh," ujarnya.
Jika kebiasaan begadang terus dilakukan, organ hati tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal, sehingga berisiko menurunkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Sejalan dengan itu, sebuah studi turut menguatkan peringatan tersebut. Peneliti Yan Liu menjelaskan bahwa kualitas tidur malam yang buruk, ditambah kebiasaan tidur siang yang berlebihan, meningkatkan risiko penyakit hati berlemak.
“Studi kami menemukan adanya peningkatan yang tinggi dalam kualitas tidur berhubungan dengan penurunan risiko penyakit hati berlemak sebesar 29 persen,” kata Liu.
Fenomena begadang bahkan pernah diperingatkan dalam lirik lagu Rhoma Irama yang berbunyi,
“Begadang, jangan begadang kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya.”
Pesan ini kini kembali relevan sebagai pengingat pentingnya menjaga pola tidur yang sehat dan seimbang demi mencegah berbagai gangguan kesehatan yang mengintai. (acl/mel/fir)
Baca Juga: Fenomena Performative Male di Kalangan Gen Z, Strategi Sosial di Era Digital
Editor : M Firman Syah