Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

11 Gejala Diabetes yang Sering Diabaikan, Waspada Sebelum Terlambat

Muhammad Firman Syah • Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:47 WIB
Peningkatan angka diabetes di Indonesia, waspadai gejalanya
Peningkatan angka diabetes di Indonesia, waspadai gejalanya

Radar Surabaya - Diabetes masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah ini dapat memicu komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kematian.

Federasi Diabetes Internasional (IDF) pada 2021 mencatat sedikitnya 537 juta orang di dunia hidup dengan diabetes. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada 2030. Mirisnya, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.

Indonesia sendiri menghadapi situasi darurat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan, pada 2022 terdapat 1.645 anak di 15 kota besar menderita diabetes, lonjakan sekitar 70 kali lipat dibanding tahun 2010.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, pada hari Diabetes Sedunia tahun 2024 lalu menegaskan, bila tidak ada langkah serius, jumlah penderita diabetes di Indonesia bisa menembus 28,6 juta orang pada 2045.

"Kalau dibiarkan, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 akan berat. Bonus demografi yang kita harapkan bisa membawa bangsa ini maju, justru hanya jadi mimpi," kata Siti Nadia.

Data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2007 prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 5,7 persen, melonjak menjadi 11,7 persen pada 2023. Ironisnya, hanya satu dari lima penderita yang mengetahui dirinya mengidap diabetes, dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan penanganan medis.

Siti menegaskan, pencegahan sejak dini menjadi kunci. Kemenkes bahkan menargetkan program deteksi dilakukan sejak anak usia sekolah dasar.

"Kami ingin anak-anak tidak sampai terdiagnosis ketika sudah dalam kondisi gawat darurat. Maka edukasi dan deteksi dini perlu digencarkan," ujarnya.

11 gejala awal diabetes antara lain, sering merasa haus meski tidak beraktivitas berat, buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari, mudah lapar meski sudah makan cukup, berat badan turun tanpa sebab jelas, penglihatan kabur, kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki, mudah lelah meski tidak beraktivitas berat, kulit kering dan mulut terasa dehidrasi, luka sulit sembuh, rentan infeksi seperti gusi, kulit dan organ intim serta gatal pada beberapa area tubuh akibat pertumbuhan jamur.

Jika beberapa gejala di atas dirasakan, masyarakat disarankan segera melakukan tes gula darah. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius yang mengancam kualitas hidup.

Meski bukan penyakit menular, diabetes memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi diri dari risiko penyakit ini. (ali/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#sistem pencernaan #hidrasi tubuh #kesehatan #air kelapa #kesehatan tulang #manfaat #gula darah