Radar Surabaya – Tren Bag Charms atau gantungan tas kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup generasi Z. Aksesoris kecil berbentuk boneka mini, karakter animasi, hingga desain kustom dengan inisial nama ini semakin sering dijumpai di berbagai tempat, mulai dari pusat perbelanjaan hingga lingkungan kampus.
Fenomena ini berkembang seiring maraknya tren fashion di media sosial. Gen Z tak lagi membeli satu atau dua gantungan, tetapi mengoleksi dan memadukannya sebagai elemen penunjang penampilan. Bag Charms kini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan atau penanda tas, tetapi juga merepresentasikan identitas personal dan lingkaran pergaulan.
Awalnya, Bag Charms hanya digunakan untuk tujuan estetika semata. Namun seiring waktu, tren ini berkembang menjadi bagian dari ekspresi diri dan pernyataan gaya yang unik. Kehadiran budaya pop, khususnya K-pop, turut memperkuat tren tersebut. Grup musik populer banyak merilis merchandise berupa keychain dan plush keyring bergambar idol atau maskot, yang kemudian menjadi incaran para penggemar.
Platform seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest berperan besar dalam memperluas eksistensi tren ini. Visualisasi yang estetik seperti foto tas penuh gantungan atau video unboxing koleksi gantungan menjadi konten yang menarik dan cepat viral di kalangan warganet.
Bagi Gen Z, pemilihan setiap gantungan kunci memiliki makna khusus. Tak jarang, Bag Charms menjadi media pembuka obrolan atau bahkan sarana memperluas jejaring sosial. Elemen visual yang kuat turut menciptakan kedekatan di antara individu yang memiliki ketertarikan serupa.
Nayla, seorang mahasiswi asal Surabaya, mengungkapkan bahwa Bag Charms yang dikenakannya menggambarkan kepribadiannya.
“Kalau dilihat bag charm di tas aku, orang bisa tahu aku suka karakter Sanrio atau lagi terobsesi sama warna pastel. Rasanya seperti menunjukkan bahwa kepribadianku yang sebenarnya bisa melalui tas,” ungkapnya.
Tren ini juga berdampak pada sektor ekonomi kreatif. Para pelaku usaha lokal mulai menyediakan area khusus untuk Bag Charms, seperti yang terlihat di beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya, antara lain Tunjungan Plaza dan Pasar Atom. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp15 ribu hingga ratusan ribu rupiah, membuatnya terjangkau oleh kalangan pelajar dan mahasiswa.
Meski hanya berupa aksesoris kecil, Bag Charms telah menjadi bagian dari ekspresi identitas diri di era digital. Di tengah arus tren yang terus bergulir, fenomena ini menunjukkan bagaimana hal sederhana bisa menjadi simbol penting dalam kehidupan sosial generasi muda. (acl/mel/fir)
Editor : M Firman Syah