Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Soerabaia Fashion Trend 2026 Usung Konsep Artistik dan Intim, Angkat Isu Lingkungan hingga Inklusi

Andy Satria • Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:32 WIB

 

IS IT ART YET?: Sejumlah model berpose dengan mengenakan busana karya para desainer yang tergabung dalam IFC, dalam Surabaya Fashion Trend 2026 di Ciputra World Surabaya, Jumat (18/7).
IS IT ART YET?: Sejumlah model berpose dengan mengenakan busana karya para desainer yang tergabung dalam IFC, dalam Surabaya Fashion Trend 2026 di Ciputra World Surabaya, Jumat (18/7).

RADAR SURABAYA - Soerabaia Fashion Trend 2026 kembali hadir memikat perhatian publik pecinta mode di Kota Surabaya. Kegiatan parade busana ini di Ciputra World Surabaya, yang merupakan ajang tahunan dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Surabaya.

Mengusung tema besar “Is it Art Yet?”, peragaan busana ini tampil berbeda dari gelaran sebelumnya.

Tak ada panggung megah atau runway yang tinggi, melainkan konsep trunk show yang lebih intim dan dekat dengan audiens, menyuguhkan pengalaman menonton yang lebih personal dan artistik.

Ketua penyelenggara Soerabaia Fashion Trend 2026, Alben Ayub, menjelaskan bahwa peragaan ini bukan sekadar menampilkan busana siap pakai (ready to wear), tetapi juga menggali lebih dalam ke ranah eksplorasi material dan tren gaya yang diinterpretasikan masing-masing desainer.

“Kami menggandeng UMKM dan perusahaan besar yang menyediakan bahan tekstil untuk kemudian kami olah dengan gaya khas masing-masing anggota IFC. Jadi tren yang kami tampilkan adalah hasil interpretasi kami terhadap fashion 2026,” ujar Alben, Jumat (18/7).

Para desainer yang menampilkan karyanya dalam Surabaya Fashion Trend 2026 mengangkat berbagai tema, termasuk isu lingkungan.
Para desainer yang menampilkan karyanya dalam Surabaya Fashion Trend 2026 mengangkat berbagai tema, termasuk isu lingkungan.

Setiap desainer yang terlibat mengusung subtema berbeda, mulai dari isu lingkungan, keberlanjutan, hingga inklusi sosial.

Mulai dari menyoroti pentingnya menjaga bumi dari limbah tekstil dan penggunaan zat pewarna berlebih, baik kimia maupun alami.

Ada pula yang menggandeng perusahaan sarung, perhiasan, hingga melibatkan anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari kampanye inklusif dalam dunia fashion.

“Kolaborasi ini saling menguntungkan dan jadi bentuk kontribusi kami dalam mengembangkan fashion yang relevan dan berkelanjutan,” tambah Alben.

Show ini adalah merupakan penerjemahan para anggota IFC Surabaya, terhadap fashion yang akan berkembang di tahun 2026 untuk ditujukan kepada masyarakat.

Melalui Soerabaia Fashion Trend 2026, para desainer Surabaya ingin menunjukkan bahwa fashion bukan hanya tentang tren dan estetika, melainkan juga sarana berekspresi. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Lingkungan #fashion #Ciputra World Surabaya #surabaya #indonesian fashion chamber #desainer #ifc #lifestyle #Trunk Show #Soerabaia Fashion Trend