RADAR SURABAYA - Diabetes dan kolesterol, sering disebut silent killer karena gejalanya yang tak selalu kentara di awal, menjadi perhatian serius. Gaya hidup modern yang kurang sehat sebagai faktor risiko utama.
Dokter spesialis patologi klinik, dr. Renata Primasari, M.Biomed., Sp.PK., mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan bahaya dua penyakit kronis ini dan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium.
"Penyakit ini sering disebut silent killer karena gejalanya tidak selalu muncul di awal. Banyak orang merasa sehat, padahal tubuhnya sudah mengalami kerusakan perlahan," ujarnya, Rabu (25/6).
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren peningkatan penyakit ini di usia produktif.
Bahkan ia mengkhawatirkan, kelompok usia muda kini semakin rentan karena gaya hidup modern yang pasif, konsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan lemak, serta jarang melakukan cek kesehatan.
"Perhatikan gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, penurunan berat badan tiba-tiba, atau kelelahan. Hal itu jangan diabaikan," jelasnya.
dr Renata menekankan pentingnya pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini. Untuk mengetahui diabetes, pemeriksaan laboratorium adalah satu-satunya cara pasti. Tes yang bisa dilakukan antara lain cek glukosa puasa, cek glukosa sewaktu, dan pemeriksaan HbA1c.
"Saya merekomendasikan cek HbA1c karena menunjukkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir, bukan hanya kondisi sesaat,” ujarnya.
Untuk kolesterol, dr Renata menjelaskan jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan. “Periksa HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat), trigliserida, dan total kolesterol. Total kolesterol merupakan akumulasi semua jenis kolesterol dalam tubuh,” papar dosen FK Untag Surabaya ini.
Penulis buku Infeksi Menular melalui Transfusi Darah 1 ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli kesehatan.
“Mulailah dari langkah kecil: makan sehat, olahraga teratur, dan kelola stres. Jangan tunggu sakit dulu untuk berubah,” pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari