Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inilah Pantangan-Pantangan Saat Bulan Suro, Dipercaya Dapat Menjaga Keselamatan

Nurista Purnamasari • Kamis, 26 Juni 2025 | 18:52 WIB
Ilustrasi tradisi Suroan. Ada berbagai pantangan atau larangan yang dipercaya masyarakat dan tak boleh dilakukan di bulan Suro.
Ilustrasi tradisi Suroan. Ada berbagai pantangan atau larangan yang dipercaya masyarakat dan tak boleh dilakukan di bulan Suro.

RADAR SURABAYA - Bulan Suro, yang bertepatan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah, merupakan bulan pertama dalam penanggalan Jawa.

Dalam budaya Jawa, bulan ini dianggap sakral dan penuh makna spiritual. Oleh karena itu, masyarakat Jawa memiliki berbagai pantangan atau larangan yang dipercaya dapat menjaga keselamatan dan keharmonisan hidup.

Inilah hal-hal yang dilarang dilakukan selama bulan Suro serta makna di balik larangan tersebut.

Hal-Hal yang Dilarang Dilakukan pada Bulan Suro

1. Menggelar Hajatan atau Pesta
Masyarakat Jawa menghindari mengadakan pernikahan, sunatan, atau pesta besar selama bulan Suro karena dianggap membawa kesialan dan tidak sesuai dengan nuansa spiritual bulan ini.

2. Keluar Rumah di Malam 1 Suro
Malam 1 Suro dipercaya sebagai malam yang wingit (keramat). Keluar rumah pada malam ini diyakini dapat mengundang gangguan dari makhluk halus atau energi negatif2.

3. Berkata Kasar atau Membuat Keributan
Ucapan yang tidak sopan dan perilaku gaduh dianggap bisa mengundang hal buruk. Tradisi seperti Tapa Bisu Mubeng Beteng di Yogyakarta menekankan pentingnya keheningan dan introspeksi3.

Baca Juga: Malam 1 Suro: Makna, Tradisi, dan Mitos dalam Budaya Jawa

4. Pindah Rumah atau Membangun Rumah
Aktivitas besar seperti pindahan atau pembangunan rumah di bulan Suro dianggap tidak tepat karena dipercaya bisa mengundang musibah atau ketidakharmonisan.

5. Melakukan Perjalanan Jauh
Bepergian jauh, terutama pada malam 1 Suro, dihindari karena diyakini berisiko tinggi secara spiritual dan fisik.

6. Tidur Terlalu Awal
Masyarakat dianjurkan untuk begadang dan mengisi malam 1 Suro dengan doa, zikir, atau perenungan diri sebagai bentuk penghormatan terhadap malam sakral ini.

Pantangan-pantangan di bulan Suro bukan sekadar mitos, melainkan bagian dari kearifan lokal yang mengajarkan kehati-hatian, introspeksi, dan penghormatan terhadap nilai spiritual.

Meski tidak semua orang mempercayainya secara harfiah, memahami makna di balik larangan ini dapat memperkaya perspektif kita terhadap budaya dan tradisi leluhur.

Dengan menjaga sikap dan perilaku selama bulan Suro, masyarakat Jawa berharap dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa #keselamatan #Hajatan #Pantangan #tradisi #suroan #larangan #malam 1 suro #bulan Suro