RADAR SURABAYA - Ketika seseorang mengalami penurunan trombosit, seperti pada kasus demam berdarah dengue (DBD), berbagai makanan dianjurkan untuk membantu pemulihan.
Salah satu yang sering disebut adalah daging bebek. Namun, apakah benar daging bebek terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kadar trombosit dalam darah? Disini akan dikupas fakta di balik klaim tersebut.
Fakta dan Kandungan Daging Bebek
Daging bebek merupakan sumber protein hewani yang kaya akan zat besi, vitamin B12, dan zinc, nutrisi yang penting dalam proses pembentukan sel darah, termasuk trombosit.
Namun, menurut sumber medis seperti KlikDokter, jenis daging yang secara eksplisit disebut dapat membantu menaikkan trombosit adalah daging rendah lemak seperti ayam dan kalkun.
Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang secara khusus menyebutkan bahwa daging bebek memiliki efek langsung dalam meningkatkan trombosit.
Artinya, meskipun kandungan gizinya mendukung kesehatan darah, klaim bahwa daging bebek terbukti menaikkan trombosit belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Artinya, secara teori, daging bebek bisa berkontribusi, tetapi belum ada penelitian spesifik yang menegaskan efektivitasnya secara langsung.
Selain itu, penting untuk memperhatikan cara pengolahan daging bebek. Jika dimasak dengan banyak lemak atau digoreng berlebihan, manfaat nutrisinya bisa berkurang dan justru menambah risiko kesehatan lain.
Daging bebek memang mengandung nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan darah, namun belum ada bukti ilmiah yang secara spesifik menyatakan bahwa daging bebek terbukti menaikkan trombosit.
Konsumsi daging bebek tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya andalan untuk meningkatkan trombosit.
Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik dalam menangani kondisi trombosit rendah. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari