RADAR SURABAYA - Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses menggelar pameran cipta karya bertajuk Rupasampurna di Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya.
Acara yang menampilkan karya tata rias dari empat kelompok mahasiswa angkatan 2021 ini dihadiri langsung oleh Arumi Bachsin, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur.
Arumi Bachsin memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan mahasiswa Unesa.
"Sentuhan kreativitasnya sangat kuat sekali dan ini penting untuk mewarnai dunia tata rias di Jawa Timur bahkan di Indonesia," ujar Arumi.
Ia terkesan dengan beragam model dan jenis tata rias yang dipamerkan, khususnya kreasi rambut dengan motif bunga dan berbagai model lainnya.
"Bagus-bagus dan motifnya khas serta unik sesuai tema yang diangkat," tambahnya.
Arumi menilai, kreativitas ini menjadi branding bagi Prodi Tata Rias Unesa dan akan melahirkan penata rias yang handal dan dibutuhkan di dunia kerja.
"Karya mahasiswa seperti ini tentu dapat mendorong perkembangan dunia tata rias di Jawa Timur untuk Indonesia," tegas Arumi.
Koordinator Prodi S-1 Pendidikan Tata Rias, Nia Kusstianti menjelaskan, Rupasampurna menampilkan karya terbaik mahasiswa angkatan 2021.
Karya-karya ini merupakan hasil proses pembelajaran berbasis riset dan eksplorasi budaya.
Pameran terbagi dalam empat kelompok dengan sub-tema unik yakni Skin Project ("Botanical Beauty"), Hair Project ("Flower"), Fantasy Hair ("Larasati"), dan Wedding Project ("Bridal Modification"). Sebanyak 71 mahasiswa terlibat dalam proses persiapan selama satu semester.
"Kegiatan ini untuk memamerkan karya mahasiswa sekaligus untuk memperkuat keterampilan dan pengalaman mahasiswa," jelas Nia.
Wakil Rektor III Unesa Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo menambahkan, acara ini bukan hanya sekadar pameran estetika, tetapi juga perwujudan kreativitas yang mencerminkan identitas, sejarah, dan dinamika kehidupan.
"Bahwa tata rias di dunia akademik dan kesenian adalah bahasa visual, sebuah narasi yang diungkapkan melalui warna, garis, tekstur, dan ekspresi," ungkap dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) tersebut.
Pameran Rupasampurna menjadi bukti nyata kontribusi Unesa dalam pengembangan industri tata rias di Indonesia. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari