RADAR SURABAYA - Plastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, di balik kemudahannya, tersembunyi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm dan asap hasil pembakaran sampah plastik secara terbuka, kini menjadi sumber polusi yang mengintai tubuh kita melalui udara, makanan, dan air.
Disini akan mengulas berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan oleh dua jenis polusi ini, serta mengapa penting bagi kita untuk lebih waspada dan bertindak bijak terhadap limbah plastik.
Penyakit Akibat Polusi Mikroplastik
1. Gangguan Hormon (Disruptor Endokrin)
Mikroplastik dapat membawa bahan kimia berbahaya seperti BPA dan ftalat yang mengganggu sistem hormon tubuh.
2. Peradangan Kronis dan Kerusakan Sel
Partikel mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat memicu peradangan dan merusak jaringan sel.
3. Masalah Pencernaan
Mikroplastik yang tertelan melalui makanan laut atau air minum dapat mengiritasi usus dan mengganggu mikrobioma pencernaan.
4. Risiko Kanker
Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia dalam mikroplastik dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
5. Gangguan Pernapasan
Mikroplastik yang terhirup dari udara tercemar dapat mengendap di paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Penyakit Akibat Pembakaran Sampah Plastik
1. Penyakit Paru-Paru
Asap dari pembakaran plastik mengandung partikel halus dan logam berat seperti timbal dan kadmium yang dapat merusak paru-paru.
2. Keracunan Sistemik
Senyawa beracun seperti dioksin dan bifenil poliklorinasi (PCB) dapat masuk ke dalam tubuh dan merusak organ vital.
3. Masalah Kardiovaskular
Polusi udara dari pembakaran plastik meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
4. Risiko Gangguan Reproduksi
Paparan bahan kimia dari asap plastik dapat memengaruhi kesuburan dan perkembangan janin.
Polusi mikroplastik dan pembakaran sampah plastik bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Dari gangguan hormon hingga risiko kanker, dampaknya sangat luas dan serius.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah dengan bijak, dan mendukung kebijakan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Kesehatan kita dan generasi mendatang bergantung pada tindakan kita hari ini. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari