Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

6 Bulan yang Dianggap Baik untuk Menggelar Pernikahan Menurut Islam dan Tradisi

Nurista Purnamasari • Senin, 23 Juni 2025 | 02:55 WIB

 

 

Ilustrasi prosesi pernikahan.
Ilustrasi prosesi pernikahan.

RADAR SURABAYA - Menikah adalah momen sakral yang diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Tak heran jika banyak pasangan ingin memilih waktu terbaik untuk menggelar pernikahan.

Dalam Islam, sebenarnya semua bulan adalah baik, namun beberapa bulan memiliki nilai historis dan spiritual yang membuatnya lebih disukai.

Selain itu, tradisi dan budaya lokal juga turut memengaruhi pemilihan bulan pernikahan.

Inilah enam bulan yang dianggap membawa keberkahan dan keberuntungan untuk melangsungkan pernikahan, baik dari sisi agama maupun budaya.

6 Bulan yang Dianggap Baik untuk Menikah

1. Bulan Syawal
Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA pada bulan Syawal, menjadikannya bulan yang penuh berkah untuk menikah. Menikah di bulan ini juga dianggap sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi.

2. Bulan Rajab
Rajab adalah salah satu dari bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Banyak yang percaya bahwa menikah di bulan ini membawa ketenangan dan keberkahan.

Baca Juga: Waspada Potensi Gejolak Harga Minyak Akibat Dampak Perang Israel-Iran

3. Bulan Rabiul Awal
Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini juga menjadi waktu yang baik untuk menikah. Beberapa pernikahan keluarga Nabi juga terjadi di bulan ini.

4. Bulan Jumadil Akhir
Dalam tradisi Jawa, bulan ini diyakini membawa kebahagiaan dan keharmonisan bagi pasangan yang menikah.

5. Bulan Dzulqa’dah
Termasuk dalam bulan haram, Dzulqa’dah dianggap sebagai bulan damai dan cocok untuk menggelar acara sakral seperti pernikahan.

 

6. Bulan Ruwah (menjelang Ramadan)
Dalam budaya Jawa, bulan Ruwah dianggap sebagai waktu yang baik untuk menikah karena berdekatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga diharapkan membawa keberkahan.

Memilih bulan yang dianggap baik untuk menikah bisa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan budaya agar pernikahan berjalan lancar dan penuh berkah.

Meskipun semua bulan pada dasarnya baik, bulan-bulan seperti Syawal, Rajab, dan Rabiul Awal memiliki nilai historis dan spiritual yang membuatnya istimewa.

Yang terpenting, niat yang tulus, persiapan yang matang, dan doa yang terus mengiringi akan menjadi kunci utama dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#menikah #Bulan baik untuk menikah #tradisi #pernikahan #islam #budaya