Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

“Talenta dari Langit”, Pameran Lukisan Anak Down Syndrome yang Bikin Haru dan Bangga

Andy Satria • Kamis, 19 Juni 2025 | 18:46 WIB

 

KARYA ISTIMEWA: Pengunjung mengamati beberapa lukisan yang dipamerkan dengan judul Talenta Dari Langit, yang merupakan karya dari dua anak penyandang down syndrome.
KARYA ISTIMEWA: Pengunjung mengamati beberapa lukisan yang dipamerkan dengan judul Talenta Dari Langit, yang merupakan karya dari dua anak penyandang down syndrome.

RADAR SURABAYA - Dinding Galeri Merah Putih, komplek Alun-Alun Surabaya, dihiasi sejumlah lukisan warna-warni hingga 20 Juni 2025.

Galeri ini memamerkan karya-karya penuh warna dari dua anak istimewa, yakni Devina Malva Salsabila dan Varel Hadinoto, penyandang Down Syndrome menggelar pameran bertajuk “Talenta dari Langit.”

Pameran ini memajang total 32 karya, 26 di antaranya milik Devina dan 6 lainnya karya Varel.

Tak hanya menghadirkan keindahan visual, lukisan-lukisan ini juga menyimpan cerita perjuangan, semangat belajar, dan kecintaan terhadap seni yang lahir dari proses panjang dan penuh ketulusan.

Hendrik Barata, guru sekaligus kurator pameran, mengatakan bahwa pameran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap bakat dan kerja keras kedua anak didiknya.

“Devina dan Varel awalnya belum bisa melukis. Saya hanya membebaskan mereka menuangkan imajinasi di atas kanvas. Dari situlah muncul rasa suka. Itu kunci utama untuk menumbuhkan semangat berkarya,” jelas Hendrik.

Tak hanya dalam seni lukis, kedua anak ini juga menorehkan prestasi di bidang lain.

Varel juga memiliki prestasi di dunia olahraga, tepatnya sebagai atlet lompat jauh tingkat nasional. Sedangkan Devina aktif dalam dunia modelling. 

“Dua karya mereka sudah terjual. Ini bukti bahwa karya anak disabilitas bisa diapresiasi dan bersaing dengan seniman lainnya,” tambah Hendrik.

Pameran ini bukan hanya wadah berekspresi bagi Devina dan Varel. Lebih dari itu, ini adalah ajakan terbuka bagi masyarakat, pecinta seni, hingga pemerintah, agar memberikan ruang setara bagi seniman disabilitas.

“Kami berharap dunia seni lebih inklusif, tidak membedakan siapa yang membuat karya, tetapi bagaimana karyanya bisa menyentuh hati,” ujar Hendrik.

Sementara itu, Titi Yunita, ibu dari Devina, mengisahkan bahwa bakat sang anak mulai tampak saat pandemi.

Saat itu, Devina yang baru berusia 11 tahun mulai mengikuti kelas lukis online. Meski sempat diragukan karena kesulitan fokus, Devina justru menunjukkan kemajuan pesat.

“Dia mulai dari belajar menggambar lewat YouTube, kemudian ikut kelas dan beberapa kali menang lomba lukis. Bahkan lomba di Denpasar yang pesertanya bukan hanya dari anak berkebutuhan khusus, dia bisa menang,” jelas Titi.

Sebagai orang tua, Titi berkomitmen memperlakukan Devina setara dengan anak-anak lainnya.

Ia berharap masyarakat tidak memandang sebelah mata anak disabilitas, termasuk di dunia seni.

“Saya ingin Devina tumbuh dengan percaya diri. Melalui pameran ini, saya ingin menunjukkan bahwa anak disabilitas pun bisa menghasilkan karya yang layak dikagumi,” pungkasnya. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#karya seni #surabaya #pelukis #down syndrome #pameran lukisan #Galeri Merah Putih