Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Anxiety Disorder, Ketahui Gejala dan Siapa yang Berisiko Mengalaminya

Nurista Purnamasari • Selasa, 17 Juni 2025 | 16:28 WIB

 

 

Tidak seperti kecemasan biasa, anxiety diaorder dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari seseorang.
Tidak seperti kecemasan biasa, anxiety diaorder dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari seseorang.

RADAR SURABAYA - Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah kondisi mental yang ditandai dengan rasa cemas berlebihan dan terus-menerus.

Tidak seperti kecemasan biasa yang muncul dalam situasi tertentu, gangguan ini dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari seseorang.

Disini akan dibahas definisi anxiety disorder, gejala yang perlu diwaspadai, penyebab utama, serta kelompok yang berisiko tinggi mengalami gangguan ini.

Gejala Anxiety Disorder

Setiap individu dapat mengalami gejala yang berbeda, tetapi beberapa tanda umum dari anxiety disorder meliputi:

● Kecemasan Berlebihan – Rasa khawatir yang tidak proporsional terhadap situasi tertentu.

● Detak Jantung Cepat – Sensasi jantung berdebar tanpa sebab yang jelas.

● Kesulitan Bernapas – Perasaan sesak atau sulit bernapas saat mengalami kecemasan.

● Gangguan Tidur – Sulit tidur atau sering terbangun karena kecemasan yang intens.

● Kesulitan Berkonsentrasi – Sulit fokus karena pikiran yang dipenuhi kekhawatiran.

● Serangan Panik – Episode singkat dengan gejala fisik seperti pusing, berkeringat, dan gemetar.

Jika gejala ini berlangsung dalam jangka waktu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk mencari bantuan profesional.

Penyebab Anxiety Disorder

Gangguan kecemasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk:

● Genetik – Riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa.

●Ketidakseimbangan Kimia Otak – Perubahan kadar neurotransmitter seperti serotonin dan dopamine dapat mempengaruhi suasana hati dan tingkat kecemasan.

● Trauma atau Stres Berkepanjangan – Pengalaman buruk, seperti kehilangan orang terdekat atau tekanan pekerjaan, dapat memicu gangguan kecemasan.

● Kebiasaan dan Gaya Hidup – Pola tidur yang buruk, konsumsi kafein berlebihan, serta kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi kecemasan.

Siapa yang Berpotensi Besar Mengalami Anxiety Disorder?

Gangguan kecemasan dapat dialami oleh siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, seperti:

● Individu dengan Riwayat Keluarga – Jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kecemasan, risiko seseorang meningkat.

● Penderita Trauma – Mereka yang pernah mengalami kejadian traumatis, seperti kecelakaan atau kehilangan orang terkasih.

● Orang dengan Tekanan Tinggi – Individu dengan pekerjaan penuh tekanan atau tuntutan akademik berat lebih rentan mengalami gangguan kecemasan.

● Penderita Penyakit Kronis – Mereka yang memiliki kondisi kesehatan serius sering kali mengalami kecemasan terkait dengan penyakitnya.

● Wanita – Statistik menunjukkan bahwa wanita lebih sering mengalami anxiety disorder dibandingkan pria, kemungkinan karena faktor hormonal dan sosial.

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang serius dan dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang.

Mengenali gejala, memahami penyebabnya, dan mengetahui siapa saja yang berisiko tinggi dapat membantu dalam pencegahan serta penanganan yang lebih baik.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami kecemasan berlebihan yang mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. (nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#anxiety disorder #trauma #gangguan kecemasan #depresi #kesehatan mental #psikologi