Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Go Green, Kotoran Hewan Kurban di Surabaya Jadi Pupuk Organik Gratis

Rahmat Sudrajat • Rabu, 4 Juni 2025 | 13:26 WIB

 

UNTUK KESUBURAN: Petani di sekitar kandang kambing milik Hariyanto biasanya memanfaatkan pupuk kandang untuk kesuburan tanaman.
UNTUK KESUBURAN: Petani di sekitar kandang kambing milik Hariyanto biasanya memanfaatkan pupuk kandang untuk kesuburan tanaman.

RADAR SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idul Adha, menjamurnya lapak penjualan hewan kurban di Surabaya tak hanya membawa berkah bagi para pedagang, tetapi juga memunculkan tantangan pengelolaan limbah.

Kotoran hewan kurban yang dihasilkan berpotensi menjadi masalah kesehatan lingkungan. 

Namun, ditengah tantangan tersebut, muncul solusi inovatif dari seorang peternak di kawasan Lontar, Surabaya.

Hariyanto, seorang peternak sekaligus penjual hewan kurban, berhasil mengubah limbah kotoran hewan menjadi pupuk kandang organik yang bermanfaat bagi para petani sekitar.

Setiap tahun, menjelang Idul Adha, Hariyanto menghadapi tantangan pengelolaan limbah kotoran hewan kurban yang jumlahnya meningkat drastis. Alih-alih membuangnya, ia berinisiatif mengolahnya menjadi pupuk organik. 

"Jika dibiarkan, kotoran hewan ini bisa menjadi sumber penyakit. Jadi, saya punya inisiatif untuk mengolahnya menjadi pupuk kandang. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, ini juga solusi yang bermanfaat bagi petani," ujar Hariyanto Selasa (3/6). 

Proses pengolahan kotoran hewan tersebut dilakukan setiap hari. Hariyanto rutin membersihkan kandang dan mengumpulkan kotoran kambing yang jumlahnya bisa mencapai 100-150 kilogram per hari. 

Kotoran tersebut kemudian diolah menjadi pupuk kandang yang siap digunakan.

"Pengolahannya cukup sederhana. Setelah dikumpulkan, kotoran dibiarkan beberapa waktu hingga mengalami fermentasi alami. Proses ini membantu mengurangi bau dan meningkatkan kandungan nutrisi dalam pupuk," terangnya.

Cara inovatif Hariyanto ini telah berlangsung selama 10 tahun. Ia menyadari bahwa jumlah kotoran hewan meningkat signifikan menjelang Idul Adha, sehingga ia semakin intensif dalam membersihkan dan mengolah kotoran tersebut.

"Ini menjadi rutinitas setiap hari, terutama menjelang Idul Adha. Dengan cara ini, kandang tetap bersih, terhindar dari penyakit, dan kotoran hewan yang tadinya limbah, kini menjadi berkah bagi para petani," jelasnya.

Pupuk organik hasil olahan Hariyanto ini kemudian diberikan secara gratis kepada para petani di sekitar lokasi kandangnya. Para petani tersebut sangat antusias menerima bantuan pupuk organik ini. 

Subeki, salah satu petani yang rutin mengambil pupuk dari Hariyanto, mengaku sangat terbantu. Ia biasanya menggunakan dua kali seminggu untuk tanaman cabai dan terong.

"Pupuk ini sangat subur, dan yang terpenting, saya mendapatkannya secara gratis. Hasil panen saya pun meningkat berkat pupuk ini," tutur Subeki.

Subeki bukanlah satu-satunya petani yang merasakan manfaat pupuk organik dari kotoran hewan kurban tersebut.

Banyak petani lain di sekitar lokasi juga mengambil pupuk ini untuk berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman cabai dan terong hingga tanaman hias. Mereka datang secara rutin untuk mengambil pupuk yang sudah siap pakai. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#lontar #surabaya #pupuk organik #kotoran hewan #hewan kurban