Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Manfaatkan Garam Laut Madura Jadi Produk Relaksasi, Spa di Rumah Makin Mudah

Andy Satria • Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:23 WIB

 

GARAM RELAKSASI: Salah satu peneliti menunjukkan garam laut yang dibuat untuk relaksasi, dengan berbagai varian aroma, dalam pameran produk kreatif di Royal Plaza Surabaya.
GARAM RELAKSASI: Salah satu peneliti menunjukkan garam laut yang dibuat untuk relaksasi, dengan berbagai varian aroma, dalam pameran produk kreatif di Royal Plaza Surabaya.

RADAR SURABAYA - Melepas penat tak harus selalu ke salon mahal. Kini, spa bisa dilakukan di rumah dengan cara sederhana, cukup dengan air hangat dan sejumput garam.

Inovasi ini merupakan kreasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang mengembangkan garam spa relaksasi berbahan dasar garam laut Madura.

Ketua proyek penelitian Spa Garam Laut, Siti Nurhamida, menjelaskan bahwa produk ini menyasar ibu rumah tangga dan remaja yang ingin menikmati momen relaksasi tanpa harus ke tempat spa profesional.

"Kalau ke salon, selain butuh waktu, biayanya juga tidak murah. Dengan garam spa ini, bisa dilakukan di rumah,” jelas Siti Nurhamida saat ditemui dalam pameran produk kreativitas di Royal Plaza Surabaya, Jumat (30/5).

“Cukup rendam kaki dengan air hangat dan dua sendok garam spa yang sudah dicampur aroma essential oil, tubuh akan terasa rileks, pikiran tenang. Bahkan bisa jadi momen me time bareng anak atau keluarga," imbuhnya.

Produk ini masih difokuskan untuk perawatan kaki, mengingat belum semua rumah memiliki fasilitas bathtub.

Namun hasilnya sudah cukup menenangkan, apalagi setelah hari yang melelahkan.

Menurut Siti, garam spa berasal dari petani garam rakyat di Sumenep, Madura. Meski garam rakyat, kualitasnya sangat baik.

Kristalnya bening, bersih, dan kandungan mineralnya cukup tinggi, mendekati kadar kemurnian 90 persen.

“Kami pilih Madura karena kedekatan kerja sama sebelumnya. Biaya produksinya juga lebih efisien dibanding daerah lain, seperti Bali. Garamnya juga berkualitas tinggi,” tambahnya.

Produk garam spa ini hadir dalam lima varian aroma alami, yakni lavender, serai, lemon, melati, dan peppermint.

Setiap aroma mengandung essential oil alami yang dapat memengaruhi mood dan memberikan efek relaksasi berbeda pada tubuh.

“Orang punya preferensi aroma yang beda-beda. Itu sebabnya kami hadirkan beberapa pilihan agar pengguna bisa menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan relaksasi mereka,” jelasnya.

Dalam prosesnya, inovasi melibatkan lintas disiplin ilmu di ITS, mulai dari Teknik Kimia, Teknologi Pangan, Manajemen Bisnis, hingga Teknik Perkapalan.

ITS juga pernah menggandeng petani garam Kusamba, Bali, lewat program dari Kementerian Sosial yang kala itu dipimpin Tri Rismaharini.

Namun, untuk produk ini, ITS memilih fokus ke Madura sebagai bahan baku utama agar bisa mengangkat potensi lokal Jawa Timur.

“Kalau Bali kita sudah bantu lewat program Kemensos. Nah, untuk garam spa ITS, kami ingin mengangkat garam Madura. Ini jadi semacam identitas dan kontribusi kita untuk petani lokal di Jawa Timur,” papar Siti. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#relaksasi #its #surabaya #spa #mineral #garam laut