RADAR SURABAYA - Semangat pelestarian seni budaya Nusantara kembali digaungkan lewat sebuah workshop tari yang digelar di Sanggar Mulyo Joyo Enterprise, Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama I Ketut Lanus, koreografer asal Bali yang juga dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia di Denpasar.
Workshop yang dipandu langsung oleh Sri Mulyani, Ketua Yayasan Kiprah Kreatif Indonesia sekaligus pemilik Sanggar Mulyo Joyo Enterprise, mengusung tema Belajar Teknik Gerak Dasar Tari Bali.
Para peserta terdiri dari pelatih tari serta anak-anak didik sanggar, termasuk beberapa anak-anak disabilitas yang ikut aktif dalam sesi pelatihan.
I Ketut Lanus mengaku sangat antusias bisa hadir dan berbagi ilmu seni tari Bali di Surabaya. “Saya sangat senang bisa diundang dalam workshop ini. Bertemu dan berbagi dengan Ibu Sri Mulyani, para pelatih, dan anak-anak sanggar sungguh pengalaman yang membahagiakan,” ujar Ketut.
Ia menambahkan, antusiasme anak-anak dalam mengikuti pelatihan membuatnya semakin semangat membagikan ilmu seputar teknik dasar tari Bali. “Bahkan ada anak-anak disabilitas yang ikut belajar menari. Ini sangat luar biasa. Hanya saja, karena keterbatasan waktu, pelatihan kali ini belum bisa berlangsung lebih dalam,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketut Lanus juga memberikan apresiasi tinggi kepada Sri Mulyani yang konsisten dalam mendidik anak-anak sanggar untuk mencintai budaya Nusantara. “Saya sangat mengapresiasi semangat Ibu Sri Mulyani. Beliau tidak hanya menjadi guru, tetapi juga penggerak pelestarian budaya melalui pendidikan seni tari,” ujarnya.
Menutup sesi workshop, Ketut berharap bisa kembali hadir dalam kesempatan berikutnya dengan durasi pelatihan yang lebih panjang. “Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Mulyani, para pelatih, dan anak-anak yang telah berkenan mengikuti workshop singkat ini. Semoga kita bisa bertemu lagi di kesempatan lain,” pungkasnya.
Sri Mulyani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi berkala yang rutin diadakan sanggar, dengan tujuan memperkenalkan ragam tari daerah kepada generasi muda sejak dini.
Ia juga menyebut akan terus membuka ruang belajar bagi siapa pun, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, untuk bisa mengekspresikan diri melalui seni tari. (*)
Editor : Lambertus Hurek