Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Apa Itu Anxiety Disorder? Siapa Saja yang Berpotensi Mengalaminya?

Nurista Purnamasari • Jumat, 23 Mei 2025 | 19:22 WIB
Ilustrasi anxiety disorder.
Ilustrasi anxiety disorder.

RADAR SURABAYA - Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah kondisi mental yang ditandai dengan perasaan cemas berlebihan yang berlangsung secara terus-menerus.

Berbeda dengan rasa cemas biasa yang muncul sesekali, anxiety disorder dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak pada kesejahteraan seseorang.

Gangguan kecemasan memiliki berbagai jenis, termasuk generalized anxiety disorder (GAD), panic disorder, dan social anxiety disorder.

Disini akan membahas lebih dalam mengenai pengertian anxiety disorder, gejalanya, serta siapa yang berpotensi mengalami kondisi ini.

Gejala Anxiety Disorder

Gejala anxiety disorder dapat bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:

1. Perasaan cemas yang berlebihan dan sulit dikendalikan.
2. Denyut jantung meningkat atau jantung berdebar tanpa alasan yang jelas.
3. Kesulitan bernapas atau perasaan sesak di dada.
4. Ketegangan otot, terutama di leher dan bahu.
5. Gangguan tidur, seperti insomnia atau mimpi buruk yang berulang.
6. Kesulitan berkonsentrasi dan merasa mudah terganggu.
7. Hiperwaspada, selalu merasa ada ancaman meskipun tidak ada bahaya nyata.

Gejala ini bisa muncul dalam berbagai tingkat keparahan dan dapat memengaruhi produktivitas serta kehidupan sosial seseorang.

Anxiety disorder dapat terjadi karena kombinasi berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Penyebab Anxiety Disorder

Berikut beberapa alasan utama mengapa seseorang bisa mengalami gangguan kecemasan:

1. Faktor Genetik
Riwayat keluarga memiliki peran besar. Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara dengan anxiety disorder, peluang mereka untuk mengalami kondisi serupa meningkat karena faktor keturunan.

2. Ketidakseimbangan Kimia Otak
Neurotransmitter seperti serotonin, dopamine, dan norepinefrin berperan dalam mengatur suasana hati dan respons stres. Ketidakseimbangan zat kimia ini bisa menyebabkan gangguan kecemasan.

 

3. Trauma dan Pengalaman Buruk
Peristiwa seperti kehilangan orang terdekat, pelecehan, kecelakaan, atau pengalaman traumatis lainnya bisa memicu anxiety disorder, terutama jika tidak ditangani dengan baik.

4. Tekanan dan Stres Berkepanjangan
Lingkungan yang penuh tekanan, seperti tuntutan pekerjaan tinggi, masalah keuangan, atau hubungan yang tidak sehat, bisa menyebabkan kecemasan berlebihan.

5. Pola Pikir Negatif
Seseorang dengan kecenderungan overthinking, perfeksionisme, atau selalu membayangkan skenario terburuk lebih rentan mengalami gangguan kecemasan.

6. Kondisi Kesehatan Fisik
Beberapa penyakit kronis, gangguan hormon, atau defisiensi nutrisi (seperti kekurangan magnesium atau vitamin B) bisa berkontribusi pada peningkatan kecemasan.

7. Efek Konsumsi Obat atau Zat Tertentu
Kafein berlebihan, nikotin, atau obat-obatan tertentu bisa meningkatkan gejala kecemasan. Penghentian mendadak dari zat tertentu, seperti alkohol atau narkoba, juga bisa memicu gangguan kecemasan.

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.

Gejalanya meliputi kecemasan berlebihan, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.

Faktor-faktor seperti riwayat keluarga, trauma, tekanan hidup, dan kondisi kesehatan tertentu bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala anxiety disorder, penting untuk mencari bantuan profesional.

Dengan perawatan yang tepat, gangguan kecemasan dapat dikelola dengan baik sehingga kehidupan dapat kembali lebih tenang dan produktif. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#gangguan mental #anxiety disorder #trauma #genetik #gangguan kecemasan #panik #nikotin #Dopamine #overthinking