Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hadirkan Budaya Jawa dan Nilai Kehidupan Sosial lewat Pameran Lukisan Contemporary Ethnic

Andy Satria • Selasa, 13 Mei 2025 | 23:00 WIB

 

SENI RUPA: Dua orang pengunjung mengamati lukisan-lukisan karya Khusnul Bahri, yang dipamerkan di Galeri Merah Putih, Komplek Alun-Alun Kota Surabaya.
SENI RUPA: Dua orang pengunjung mengamati lukisan-lukisan karya Khusnul Bahri, yang dipamerkan di Galeri Merah Putih, Komplek Alun-Alun Kota Surabaya.

RADAR SURABAYA - Pelukis Khusnul Bahri kembali menggelar pameran tunggal bertajuk Contemporary Ethnic yang digelar mulai 10 hingga 18 Mei, di Galeri Merah Putih, komplek Alun Alun Kota Surabaya.

Pameran ini menampilkan 16 karya lukisan kontemporer yang sarat akan nilai-nilai budaya, sosial, dan religius.

Khusnul Bahri bukan sosok asing di dunia seni rupa. Pria kelahiran Madura ini adalah pensiunan guru seni rupa di SMKN 12 Surabaya yang telah mengabdi sejak tahun 1986 hingga 2018. Meski telah purna tugas, semangatnya dalam berkarya tak pernah surut.

"Melalui pameran ini saya mencoba mengangkat berbagai unsur budaya dari Jawa, Madura, dan beberapa etnis lainnya. Saya padukan dalam gaya kontemporer agar bisa lebih dekat dengan generasi sekarang," ujar Khusnul saat ditemui di lokasi pameran, Selasa (13/5). 

Dalam beberapa lukisannya, ia mencoba menampilkan sosok Gareng, tokoh dari Punokawan yang dikenal miskin, marjinal, dan memiliki cacat fisik.

Namun dalam lukisan Khusnul, Gareng digambarkan sebagai sosok yang gigih menuntut ilmu demi meraih cita-citanya.

"Saya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi halangan. Dengan ilmu pengetahuan, seseorang bisa mengubah nasibnya," tambahnya.

Selain itu, ia juga menghadirkan nilai-nilai religius dalam bentuk lukisan sapi yang terinspirasi dari momen Idul Adha.

Lukisan ini menggambarkan bagaimana seekor sapi bisa mengangkat derajat tujuh orang lewat ibadah kurban kolektif.

Tak hanya itu, Khusnul juga menghadirkan karya-karya kaligrafi yang memperkuat nuansa spiritual dalam pameran ini.

Semua lukisan yang ditampilkan menggunakan media cat akrilik di atas kanvas, dengan harga jual mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta.

Pameran ini menjadi pameran tunggal kedua bagi Khusnul, meski sebelumnya ia telah aktif mengikuti berbagai pameran kelompok di sejumlah daerah di Indonesia.

“Pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, tapi juga medium untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan melalui seni rupa,” tandasnya.

Meskipun hanya berkutat di dunia seni rupa nasional saja, karya-karya seniman pensiun guru tersebut sudah dikoleksi hingga ke mancanegara. Mulai dari Swedia, hingga ada yang dari Brazil. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#gareng #kontemporer #surabaya #seni rupa #seniman #pameran lukisan