Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Potret Aktivitas Pertanian Tengah Kota, Ali Azhar D Mahasiswa Ciputra Surabaya Raih Penghargaan Fotografi Internasional

Muhammad Firman Syah • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:48 WIB

 

Ali Azhar Damarrosydi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya pemenang Best Photography dalam ajang bergengsi Cult Critic Movie
Ali Azhar Damarrosydi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya pemenang Best Photography dalam ajang bergengsi Cult Critic Movie

Surabaya – Di tengah kilau cahaya studio dan gemerlap dunia perfilman internasional, terselip nama yang datang dari tanah yang sederhana, Ali Azhar Damarrosydi. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya ini baru saja mencetak prestasi membanggakan sebagai pemenang Best Photography dalam ajang bergengsi Cult Critic Movie Awards (CCMA) 2025, berkat karyanya yang sarat makna berjudul “Seeds of Life: The Eternal Dialogue Between Soil and People.”

Namun, jalan menuju pengakuan internasional ini tidak dimulai dari studio mahal atau peralatan canggih. Semuanya berawal dari tugas mata kuliah sederhana yang diberikan dosen di semester dua. Saat mahasiswa lain menyelesaikan tugas dengan cukup, Ali melangkah lebih jauh. Ia meraih nilai 90 dan kesempatan ikut proyek film pendek bersama seniornya.

Tak puas di situ, rasa ingin tahu dan semangat eksploratif membawanya membuka situs lomba film. Dari pencarian acak itulah ia menemukan satu kesempatan yang mengubah hidupnya. Cult Critic Movie Awards, sebuah festival film dan fotografi internasional yang diselenggarakan oleh majalah Cult Critic yang berbasis di India.

Meski awalnya hanya “iseng” mendaftar di kategori fotografi, insting kreatif Ali tak bisa diremehkan. Ia mengajukan beberapa karya foto miliknya, termasuk “Seeds of Life,” sebuah potret petani yang berdiri tenang di tengah sawah berlumpur, dengan pantulan langit biru di permukaan air.

Ali tak sekadar mengambil gambar, ia menciptakan tafsir visual atas filosofi kehidupan. Dalam diamnya si petani, tergambar perjuangan, keheningan, dan doa. Dalam lumpur yang becek, tersimpan benih harapan dan peradaban.

“Peradaban itu tidak hanya dibangun dari menara-menara tinggi, tetapi juga dari tangan-tangan yang rela basah dan berlumpur,” ujar Ali, penuh keyakinan.

Ia menegaskan bahwa di dunia yang kian terburu-buru, petani mengajarkan kita tentang kesabaran dan ritme kehidupan yang tidak bisa dipercepat.

“Setiap benih yang ditabur adalah janji, setiap bulir padi yang dipanen adalah pemenuhan,” tambahnya.

Yang membuat karyanya kian menginspirasi, teknik yang digunakan Ali terbilang sederhana. Ia hanya bermodalkan dasar-dasar fotografi yang baru ia pelajari. Tanpa kamera mahal, tanpa tim produksi.

“Saya hanya pakai teknik dasar karena saat itu masih semester dua,” katanya merendah.

Karya “Seeds of Life” kemudian tidak hanya menjadi tugas kuliah atau sekadar unggahan di media sosial. Pada 28 Maret 2025, foto ini masuk dalam seleksi resmi World Film Carnival Network (WFCN), dan diumumkan sebagai pemenang utama pada 1 April 2025 oleh Cult Critic Movie Awards.

Kini, Ali tidak berhenti. Ia tengah menanti hasil dari World Film Carnival Singapore (WFCS), ajang kompetisi bergengsi lainnya yang ia ikuti sebagai langkah lanjutan.

"Saya ingin mencoba tantangan baru. Ditunggu saja kabar baiknya,” pungkasnya. (Fir)

Editor : M Firman Syah
#karya #fotografi #mahasiswa #lomba #Penghargaan #ciputra