Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anemia Sering Dialami oleh Mahasiswa, Cegah dengan Biasakan Sarapan Pagi

Rahmat Sudrajat • Senin, 5 Mei 2025 | 15:01 WIB

 

PENUHI NUTRISI: Sebelum memulai aktivitas yang menyita konsentrasi diharapkan untuk sarapan terlebih dahulu karena berpengaruh pada kinerja otak dan tubuh.
PENUHI NUTRISI: Sebelum memulai aktivitas yang menyita konsentrasi diharapkan untuk sarapan terlebih dahulu karena berpengaruh pada kinerja otak dan tubuh.

RADAR SURABAYA - Kebiasaan sarapan pagi ternyata sangat penting untuk menjaga kesehatan dan energi, terutama bagi mahasiswa yang memiliki aktivitas padat sejak pagi hari. 

Kurangnya asupan nutrisi di pagi hari dapat berpengaruh pada kinerja otak dan tubuh, bahkan meningkatkan risiko anemia.

Ahli gizi, Lutfi Fajar Nuraidah, menekankan pentingnya sarapan untuk mencegah anemia. 

Karena banyak dampak yang diakibatkan dari penundaan sarapan sebelum beraktivitas. 

"Khususnya dalam lingkup mahasiswa, penundaan sarapan berdampak pada kurang fokusnya di dalam kelas, gangguan pencernaan bagi yang terbiasa rutin sarapan, hingga anemia jika makronutrien tidak terpenuhi," jelas Lutfi.

Lutfi menjelaskan, sarapan menyediakan makronutrien dan mikronutrien yang berfungsi sebagai bahan bakar tubuh. 

Nutrisi ini dibutuhkan agar mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan optimal dan aktif berpartisipasi. 

"Sarapan tidak harus berat, cukup roti, telur, dan susu. Ini tergantung kebiasaan masing-masing individu," tuturnya.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan korelasi antara kebiasaan menunda sarapan dengan risiko anemia. 

Hal ini karena sarapan pagi merupakan waktu penting untuk mendapatkan asupan zat besi, vitamin B12, dan nutrisi lain yang berperan dalam produksi sel darah merah. 

"Kalau misalnya, yang kita awali tidak ada (sarapan), otomatis dapat terjadi anemia," ungkap Lutfi.

Oleh karena itu, Lutfi menekankan pentingnya membiasakan sarapan sejak usia dini. 

"Membangun kebiasaan baik sejak kecil akan lebih mudah diterapkan hingga dewasa. Terutama di usia remaja putri yang sudah menstruasi, asupan zat besi sangat berpengaruh," ujar Dosen Fakultas Kesehatan masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) ini.

Ia menambahkan, gejala anemia seringkali tidak disadari, biasanya baru muncul ketika kepala pusing atau tubuh mudah lelah. 

Bahkan, banyak kasus anemia baru terdeteksi saat donor darah, ketika kadar hemoglobin rendah.

Lutfi mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri agar dapat beraktivitas dengan baik.

Ia juga mengajak para orang tua untuk membiasakan pola makan sehat sejak kecil. 

"Mari berfikir untuk hidup sehat supaya kita bisa memberikan generasi dan akademisi yang sehat," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tips kesehatan #anemia #kinerja otak #nutrisi #mahasiswa #sarapan pagi #Unair #kesehatan