RADAR SURABAYA - Rumah Bahasa di Balai Pemuda Surabaya akan segera meluncurkan kelas Aksara Jawa sebagai bagian dari program pelestarian budaya lokal.
Penambahan ini melengkapi kelas bahasa asing dan kelas budaya yang telah ada sebelumnya, sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya tahun 2025-2029.
Inisiatif ini muncul setelah Forum Perangkat Daerah membahas pentingnya perhatian terhadap naskah kuno, banyak yang ditulis dalam aksara daerah.
"Mengenalkan aksara Jawa adalah proses penguatan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa," kata Kepala Dispusip Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, Kamis (1/5).
Dia menambahkan, bahwa manti akan dibuatkan slot belajar Aksara Jawa. "Ini menambah kelas-kelas bahasa dan kelas budaya di Rumah Bahasa di lingkungan Balai Pemuda," imbuhnya.
Saat ini, Rumah Bahasa menawarkan kelas bahasa Inggris, Rusia, dan Jepang, serta kelas kreatif seperti membuat kue khas Thailand.
Kelas Aksara Jawa ini akan menjadi penambahan yang berharga, mengingat upaya pelestarian naskah kuno yang menjadi prioritas Dispusip.
Program ini juga sejalan dengan inisiatif lain seperti Sinau Aksara Jawa di Museum Pendidikan Surabaya, yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut telah menarik minat berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, dan bahkan ekspatriat yang telah belajar aksara Jawa. "Belajar memang untuk semua dan tidak pandang usia," ujar Mia.
Dengan adanya kelas Aksara Jawa di Rumah Bahasa, diharapkan semakin banyak warga Surabaya yang tertarik mempelajari dan melestarikan warisan budaya Jawa.
Hal ini juga menunjukkan komitmen pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung pelestarian budaya lokal. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari