Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penari Disabilitas Meriahkan Hari Tari Dunia 2024, Tampilkan Tari Kuntulan Cilik Khas Banyuwangi

Lambertus Hurek • Rabu, 30 April 2025 | 03:20 WIB
Para penari disabilitas dari Sanggar Mulyo Joyo Enterprise ikut memeriahkan Hari Tari Dunia 2025 di Surabaya. (IST)
Para penari disabilitas dari Sanggar Mulyo Joyo Enterprise ikut memeriahkan Hari Tari Dunia 2025 di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Peringatan Hari Tari Dunia 2025 disambut meriah dengan parade seni tari yang digelar di Pendopo Agung Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Sebanyak 34 sanggar seni dari berbagai daerah di Jawa Timur turut memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Tari STKW.

Sejak pagi, para penonton disuguhkan ragam tarian tradisional hingga kontemporer yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Sanggar Mulyo Joyo Enterprise yang membawakan Tari Kuntulan Cilik, karya Sumitro Hadi, ditarikan oleh anak-anak istimewa dari kelas disabilitas.

Penari anak-anak istimewa tersebut adalah: Namira Zafiriah Althafunnisa, Kalindah Ayu Listia Assuhra, Novian Eko Satrio, Nuzulis Sakinah Faizun, Dita Virahestya Putri, Muhammat Tamam Romadhon, Rachmad Ryanda Putra Harianto, Rizky Gusti Preyambodo, Tis’atul Mukarroma, Khansa Nazhirah, Nila Juniavianti, dan Febriyani Miftahul Jannah.

Mereka tampil dengan penuh semangat, didampingi oleh Pembina Sri Mulyani, S.Sn., M.Sos. — dosen Prodi Seni Tari STKW Surabaya. Para pelatihnya adalah Inggar Belzky Tosabila, Silvina Cahya Agita, dan Melza Nur Ramadania, dengan tata rias busana oleh Lilis Lestari, S.Sn., M.Pd.

Tari Kuntulan Cilik menggambarkan kebahagiaan dan keceriaan anak-anak dalam menirukan gerakan Tari Kuntulan yang penuh semangat. Karya ini diadaptasi khusus untuk anak-anak dengan gerakan yang lebih sederhana dan energik, diiringi musik hadrah serta lirik sholawat yang menggugah.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa tarian ini merupakan ciptaan almarhum Sumitro Hadi dari Banyuwangi dan sangat penting untuk terus dikenalkan kepada anak-anak didik.

“Sangat perlu mengenalkan tarian khas Jawa Timur lainnya kepada anak-anak didik di sanggar, agar mereka memiliki vokabulari berbagai macam jenis tarian Jawa Timur bahkan tarian Nusantara,” tuturnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#anak disabilitas #sri mulyani koreografer #Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise #Hari Tari Dunia #stkw surabaya