RADAR SURABAYA - Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Naufan Noordyanto, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Kali ini lewat budaya Madura menjadi fokus karyanya, sebuah poster berjudul "Cukur Rambut Madura" yang telah meraih berbagai penghargaan bergengsi di Korea Selatan dan China.
Poster tersebut merupakan salah satu dari lebih dari 200 karya Naufan yang telah dipamerkan di 46 negara.
"Tujuan saya memang untuk mengangkat citra dan kebudayaan Indonesia yang unik dan berbeda," ujar Naufan, Selasa (22/4).
Pria asal Pamekasan ini menjelaskan, ide
pembuatan poster ini bermula dari pengamatan Naufan terhadap kebiasaan cukur rambut tradisional di Madura, yang menurutnya merupakan keterampilan turun-temurun.
"Citra yang terbentuk di masyarakat adalah harga yang murah dan tersebar luas," tuturnya.
Namun, di balik kesederhanaannya, Naufan melihat potensi estetika yang dapat diangkat menjadi karya seni.
Dalam waktu dua hari, Naufan berhasil menciptakan poster yang memadukan komposisi desain dan tipografi dengan foto-foto lawas terkait cukur rambut.
"Bahasa sederhananya, poster ini dikomposisikan secara eksperimental," jelas alumnus magister Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut.
Baca Juga: Siswa dan Guru SMPK Santo Stanislaus Surabaya Kenang Warisan Paus Fransiskus
Hasilnya pun gemilang, poster "Cukur Rambut Madura" berhasil meraih penghargaan The Best Most Jamet pada ajang typefest.id 2024 International Typography Biennial - Exhibition feat DKV ACT di Surakarta, Silver Award pada Hehu International Poster Exhibition di Shenzhen, China, dan terpilih sebagai peserta Korean Institute of Communications and Information Science (KICS) Summer Conference and International Exhibition 2024 di Jeju, Korea Selatan.
Prestasi ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan, melalui pelestarian warisan budaya lokal.
"Ke depannya, saya ingin terus berkontribusi untuk masyarakat baik lewat riset ataupun karya lainnya," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari