RADAR SURABAYA - Pernahkah kamu merasa kesal karena mata tiba-tiba berkedut tanpa alasan yang jelas?. Meskipun sering kali dianggap sepele, fenomena ini bisa menjadi pertanda tubuhmu sedang memberi sinyal tertentu.
Mata yang berkedut atau dalam istilah medis disebut Myokymia biasanya tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan terus-menerus bisa sangat mengganggu.
Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan mata berkedut dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!.
Penyebab utama kedutan mata adalah kurang tidur dan kelelahan. Saat tubuh tidak cukup istirahat, otot di sekitar mata bisa menjadi tegang dan menyebabkan kedutan yang terasa mengganggu.
Stres dan kecemasan berlebih juga bisa memengaruhi tubuh kita secara keseluruhan, termasuk mengganggu sistem saraf yang mengontrol otot-otot mata.
Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi kafein yang kita tahu dapat merangsang sistem saraf pusat, juga dapat memicu kedutan mata yang tak kunjung reda.
Jangan lupa, kekurangan magnesium atau kalium dalam tubuhmu juga bisa menjadi penyebabnya.
Makanan yang kurang bergizi bisa mengganggu keseimbangan tubuh, membuat saraf dan otot kita tidak bekerja optimal dan akhirnya memicu kedutan yang tak diinginkan.
Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi ini? Langkah pertama adalah tidur yang cukup.
Jangan remehkan kekuatan tidur yang nyenyak, ini adalah cara terbaik untuk merilekskan tubuh dan mencegah ketegangan pada otot-otot mata. Kemudin selalu ingat kelola stres dengan bijak.
Stres yang menumpuk tidak hanya mempengaruhi mental, tetapi juga fisik.
Luangkan waktu untuk relaksasi, coba meditasi, yoga atau cukup sekadar berjalan-jalan di alam terbuka untuk menenangkan pikiran. Jangan lupa juga untuk mengurangi konsumsi kafein.
Jika kamu merasa sering mengalami kedutan mata, mungkin sudah saatnya mengurangi secangkir kopi ekstra yang biasa kamu minum. Asupan gizi yang tepat juga sangat penting.
Pastikan kamu mendapatkan cukup magnesium dan kalium dari makanan seperti pisang, kacang-kacangan dan sayuran hijau. Yang tak kalah penting yakni menjaga kesehatan mata.
Jika kamu bekerja di depan layar komputer atau ponsel, ingatlah untuk setiap 20 menit lihatlah objek yang berada sekitar 6 meter selama 20 detik untuk memberi kesempatan mata beristirahat.
Jika kedutan mata berlangsung lebih dari beberapa minggu atau bahkan disertai dengan rasa sakit, pembengkakan atau gangguan penglihatan, segera temui Dokter Spesialis Mata.
Meskipun jarang, kedutan yang terus-menerus bisa menjadi tanda kondisi medis lain yang perlu ditangani lebih serius.
Jangan biarkan kedutan mata merusak kenyamananmu, segeralah bertindak dan jaga kesehatan mata.
Dengan langkah-langkah sederhana dan perhatian pada gaya hidup yang sehat, kamu dapat mencegah dan mengatasi kedutan mata dengan mudah.
Ingat, mata yang sehat adalah kunci untuk menikmati dunia yang lebih cerah dan penuh warna. (*)
*Ditulis oleh dr. Maria Evane Navy Cahaya Putri, Dokter Umum, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya
Editor : Nurista Purnamasari