RADAR SURABAYA - Untuk mengatasi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan terutama pejalan kaki, kini ada pendeteksi pejalan kaki yang diintegrasikan ke kendaraan pintar.
Pendeteksi pejalan kaki ini dirancang oleh lulusan doktor dari Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Hanugra Aulia Sidharta.
Menurut Hanugra, kendaraan pintar saat ini telah dilengkapi fitur keselamatan untuk meminimalisasi kecelakaan lalu lintas.
Namun, menurutnya, teknologi ini belum optimal di area padat karena pola gerak pejalan kaki yang tidak teratur terutama ketika menyeberang.
“Perubahan formasi sesuai kecepatan, arah, dan interaksi sosial menyulitkan deteksi,” ujar Hanugra, Sabtu (12/4).
Untuk mengatasi permasalahan ini dia pun
mengembangkan model prediksi perilaku pejalan kaki yang lebih efisien dan terjangkau untuk diintegrasikan ke dalam kendaraan pintar.
Model ini tidak hanya meningkatkan respons sistem transportasi terhadap pergerakan pejalan kaki, tetapi juga mendukung Sustainable Development Goal's (SDG's) poin 11 mengenai kota dan komunitas aman dan berkelanjutan.
"Model ini mengandalkan fitur kinematik angular untuk menganalisis gerakan sendi pejalan kaki serta fitur kerapatan spasial untuk mengenali pola pergerakan kelompok," jelasnya.
Dengan menelusuri perubahan sudut pada sendi kaki dan kepadatan antarindividu, sistem ini dapat memperkirakan apakah sekelompok pejalan kaki sedang bersiap untuk menyeberang atau tidak.
Dengan menggunakan data set joint attention in autonomous driving (JAAD) untuk menganalisis bagaimana kelompok pejalan kaki membuat keputusan menyeberang.
Model Multi Input Single Output (MISO) dalam penelitian ini mampu menggabungkan banyak faktor seperti kecepatan dan arah gerak
“MISO juga dapat menganalisis postur tubuh untuk meningkatkan akurasi prediksi,” imbuhnya.
Dia berharap penelitian ini dapat membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pejalan kaki.
Hanugra berharap inovasi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga mendorong efisiensi dalam transportasi.
“Selain itu, riset ini bisa menjadi pijakan saya dalam mengembangkan riset lebih lanjut,” pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari