Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Henna, Dari Aksesoris Pengantin Menjadi Tren Hiasan Tangan yang Artistik

Andy Satria • Minggu, 6 April 2025 | 14:17 WIB
INDAH: Pelanggan menunjukkan hasil henna pada tangannya, di Ciputra World Surabaya.
INDAH: Pelanggan menunjukkan hasil henna pada tangannya, di Ciputra World Surabaya.

RADAR SURABAYA- Henna merupakan salah satu aksesoris yang dikenakan atau yang ada pada tangan seorang wanita, namun dalam bentuk lukisan.

Henna menggunakan pewarna alami dari tumbuhan yang menghasilkan warna merah kecokelatan.

Dulu, henna atau mahendi identik dengan rias pengantin saja.

Namun, belakangan ini, tren penggunaan henna mengalami perkembangan pesat.

Bukan hanya terbatas pada acara pernikahan, henna kini semakin populer digunakan untuk berbagai kegiatan dan perayaan lainnya seperti pada momen lebaran.

Para perempuan muda di Surabaya misalnya, mulai menjadikan henna sebagai aksesori fesyen yang unik dan menarik.

Henna dengan desain yang beragam, mulai dari motif sederhana hingga yang rumit dan artistik, menghiasi tangan dan kaki mereka dalam berbagai kesempatan.

Seniman henna asal Surabaya, Enita Ahmad mengakui bahwa memang banyak para pelanggannya meminta untuk dilukis tangannya dengan aksesoris henna pada momen lebaran ini.

"Biasanya memang untuk pengantin. Tapi pas lebaran ini banyak yang ingin dilukis. Apalagi anak-anak, karena kan pas momen liburan jadi bebas tidak ada larangan dari sekolah mereka," kata Ita panggilan akrab Enita ketika ditemui di Ciputra World Surabaya, Jumat (4/3).

Gambar atau desain yang dipilih pun beragam, mulai dari motif bunga hingga motif-motif khas Arab banyak diminati para pelanggan.

"Saya menyediakan banyak contoh untuk dipilih, jadinya nanti langsung digambar pada tangan pelanggan. Warna favoritnya biasanya warna maroon yang dikombinasikan dengan warna oranye," ungkap seniman yang telah menggeluti bisnis henna ini selama 20 tahun.

"Kalau anak-anak biasanya custom, jadi langsung sesuai permintaan seperti karakter kartun. Selama saya bisa ya saya gambar," imbuhnya.

Menurut Ita, dalam prosesnya menggambar henna yang paling sulit adalah membuat gambar ini menjadi presisi.

Seimbang antara sisi kanan dan kiri gambar. Selain itu, beberapa motif yang susah menurutnya adalah motif Arabian.

"Harus sama pada sisi kanan dan sisi kirinya. Lalu motif ala-ala orang Arab itu juga sudah, karena motifnya abstrak," jelasnya.

Untuk ketahanan, henna bisa bertahan hingga satu minggu lebih, tergantung aktivitas para pengguna aksesoris lukisan tersebut.

Dengan desain yang beragam dan fleksibilitas penggunaannya, henna kini bukan hanya sekadar riasan tradisional, melainkan juga sebuah bentuk ekspresi diri yang modern dan stylish. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#artistik #henna #Ciputra World Surabaya #surabaya #Mahendi #fesyen