RADAR SURABAYA - Menjelang perayaan lebaran, banyak diramaikan hadirnya berbagai macam kreasi kue yang unik.
Selain kue kering yang banyak ditemui ketika menjelang lebaran, varian kue pie susu juga turut meramaikan variasi-variasi yang hadir.
Seperti halnya Stefani Suryaningati yang membuat kreasi kue pie susu yang berbeda.
Pada lebaran kali ini, ia membuat inovasi dengan memberikan sentuhan yang berbeda pada kuenya tersebut.
Dengan memberikan tambahan karakter kartun pada bagian atas kuenya.
Ia mengaku ingin mencari ide yang lebih berbeda, oleh karena itu dibuat kue pie susu dengan berbagai macam karakter kartun bertema lebaran.
"Kali ini saya membuat ada pie susu, tapi ada karakter kartunnya. Kan biasanya pie susu hanya polosan, nah ini saya buat beda," kata Stefani saat ditemui di rumahnya di Jalan Kutai II, Surabaya, Senin (21/3).
Sebanyak enam pilihan karakter kartun yang ia sediakan. Ada karakter pria dan perempuan muslim, gambar bulan bintang, bedug, masjid serta ketupat.
Stefani menjelaskan, proses pembuatannya memakan waktu hingga 75 menit lamanya, hingga kue siap saji.
Diawali dengan membuat kulit pie terlebih dahulu, dengan bahan yang terdiri dari tepung, mentega, gula halus dan telur.
Setelah itu membuat isian kue dengan fla, sebelum dioven selama 40 menit.
"Setelah dioven, kue dibiarkan dingin dulu. Setelahnya baru dihias dengan berbagai karakter kartun. Dan yang paling sulit itu karakter cowoknya," jelasnya.
Menurut Stefani, banyak para pelanggan yang memesan kue ini untuk hampers.
Sehingga dia menyediakan paket kue lengkap dengan boksnya yang siap diserahkan kepada penerima.
"Untuk hampers, saya membandrolnya dengan harga Rp 60 ribu per boks. Setiap boks berisi enam kue pie dengan karakter yang berbeda-beda," tambahnya.
Dia melanjutkan, untuk hampers biasanya mulai ramai dipesan ketika seminggu menjelang lebaran.
Meskipun belum mencapai puncaknya, ia optimis permintaan akan meningkat.
"Pesana hampers lumayan, tapi belum seramai tahun kemarin. Puncaknya nanti biasanya H-7 lebaran, karena kan ini tidak tahan lama," ungkap Stefanie.
Untuk saat ini penjualannya masih memanfaatkan media sosial seperti Instagram, dan juga lewat mulut ke mulut. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari