Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wine Pepaya, Hasilkan Rasa Manis yang Pas dan Tingkat Keasaman Rendah

Andy Satria • Jumat, 14 Maret 2025 | 22:40 WIB

 

INOVATIF: Mahasiswa PCU, Cleary Budiman dan Davin Varian menunjukkan proses pembuatan wine dengan memanfaatkan buah pepaya sebagai bahan bakunya, di kampus setempat.
INOVATIF: Mahasiswa PCU, Cleary Budiman dan Davin Varian menunjukkan proses pembuatan wine dengan memanfaatkan buah pepaya sebagai bahan bakunya, di kampus setempat.

RADAR SURABAYA - Minuman fermentasi semakin beragam. Kini, pepaya pun dapat diolah menjadi wine dengan cita rasa yang unik.  

Dua mahasiswa Petra Christian University (PCU) Surabaya, Cleary Budiman dan Davin Varian, berhasil memanfaatkan buah yang banyak ditemui menjadi minuman wine yang memiliki cita rasa yang menarik. 

Kedua mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa ide awal membuat wine ini berawal dari panen yang berlebihan dari petani pepaya yang ada di desa Sugihwaras, Kediri.

"Jadi para petani memiliki hasil panen yang berlebih. Daripada tidak memiliki nilai, maka kita bisa membuatnya menjadi inovasi untuk menambah pemanfaatan buah tersebut," jelas Cleary saat ditemui di kampusnya, Kamis (13/3). 

Proses pembuatan wine pepaya dimulai dari pemilihan jenis pepaya yang tepat. 

Setelah bereksperimen dengan pepaya California, Hawaii, dan Bangkok, mereka menemukan formula terbaik menggunakan pepaya Bangkok.

Karena pepaya Bangkok menghasilkan rasa manis yang seimbang dan tingkat keasaman yang rendah.

Proses fermentasi menggunakan ragi Saccharomyces Cerevisiae berlangsung selama 14 hari. 

Setelah itu, wine disaring dan dibotolkan untuk proses pengendapan.

Davin Varian mengatakan, wine tersebut memiliki rasa manis yang seimbang dengan tingkat keasaman yang rendah.

"Wine pepaya Bangkok memiliki rasa manis seimbang, tingkat keasaman rendah, tekstur baik, dan aroma alkohol halus dengan kadar sekitar 12 persen, sesuai standar wine komersial," jelas Davin.

Proses awal pembuatan dilakukan pengupasan, pemisahan biji, pemblenderan, pencampuran air dengan perbandingan 1:1, penyaringan, penambahan gula pasir, dan ragi (Saccharomyces Cerevisiae). 

Fermentasi berlangsung selama 14 hari, diikuti pemisahan residu dan pengendapan selama tujuh hari sebelum wine siap dikonsumsi.  

Sementara itu, Dosen pembimbing, Hanjaya Siaputra, S.E., M.A., berharap inovasi ini memberdayakan masyarakat Desa Sugihwaras.  

"Harapannya dari kreasi buah pepaya ini bisa memberdayakan masyarakat lebih baik lagi. Ilmu-ilmu dan penerapan yang dilakukan mahasiswa dapat membantu warga di sana dalam mengelola hasil panen yang melimpah, dengan cara yang tepat dan tentunya meningkatkan perekonomian," pungkasnya. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#wine pepaya #pepaya Bangkok #cita rasa #surabaya #Saccharomyces Cerevisiae #wine #Fermentasi #petani pepaya #Petra Christian University