RADAR SURABAYA - Aktivis lingkungan Ecoton dan Gen Z kembali menyuarakan keprihatinan terhadap krisis sampah plastik.
Di Taman Apsari, Surabaya Selasa (25/2), mereka menggelar aksi dengan membawa poster ajakan ‘Puasa Plastik’ dan memasang miniatur kran air yang mengeluarkan sampah plastik.
Aksi ini bertujuan untuk menghentikan laju sampah plastik di Indonesia.
"Membersihkan sampah plastik saja ibarat mengepel lantai yang banjir, sementara kerannya tetap terbuka," tegas koordinator aksi Alaika Rahmatullah.
Dia menyoroti empat fakta krisis sampah plastik TPA overload, kekurangan lahan, 69 persen sampah berakhir di TPA (data Sustainable Waste Indonesia), dan masih banyaknya TPA yang menggunakan sistem open dumping yang ilegal.
Alaika menambahkan, bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian lingkungan.
"Sayangnya, penggunaan plastik sekali pakai justru meningkat saat Ramadhan," jelasnya.
‘Puasa plastik’ mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tumbler, wadah makanan, dan tas kain.
Khansa, salah satu peserta aksi dari generasi Z, menambahkan bahwa aksi ibu tak mau ini hanya perayaan belaka, harus ada aksi nyata.
Gen Z harus memulai pengurangan plastik, khususnya di bulan Ramadhan ini dengan 'Puasa Plastik'.
"Sampah menjadi problematika di setiap lini masa kehidupan. Berbagai permasalahan hingga tragedi tak kunjung tuntas. Sampah terus bertambah semakin banyak dan lebih banyak," salah satu peserta aksi Khansa.
Aksi ini mendorong masyarakat dan pemerintah untuk mencegah timbulnya sampah, menghindari produk, wadah, dan kemasan sekali pakai, khususnya plastik.
Belanja tanpa kemasan kemudian pilih produk isi ulang (refill) dan bawa wadah sendiri.
Pilah sampah dari rumah pisahkan sampah plastik, kertas, logam, dan kaca.
Selain itu, aksi ini juga menyerukan penghentian produksi plastik murni pada 2030, mendorong industri untuk menyediakan produk isi ulang.
Kemudian mendukung penerapan standar baku mutu cemaran mikroplastik, serta transparansi industri terkait kandungan bahan kimia dan risiko mikroplastik dalam produk kemasan. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari