Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terapi Bermain Anak Penderita Kanker untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Andy Satria • Selasa, 18 Februari 2025 | 17:16 WIB
Assakinah Siscahyaningsih (kiri) disamping dosen pembimbingnya, menunjukkan cara bermain alat permainan sebagai terapi anak penderita kanker.
Assakinah Siscahyaningsih (kiri) disamping dosen pembimbingnya, menunjukkan cara bermain alat permainan sebagai terapi anak penderita kanker.

RADAR SURABAYA - Para pasien kanker kerap kali menghadapi tantangan yang berat, terkait penyakit yang dideritanya selama proses pengobatan.

Khususnya para pasien anak-anak yang secara fisik dan emosional, lebih labil daripada pasien dewasa.

Untuk itu, pendekatan terapi sangat dibutuhkan oleh anak-anak penderita kanker.

Selain untuk meringankan beban anak-anak, meningkatkan kualitas hidup serta membantu mereka menghadapi proses pengobatan yang panjang dan melelahkan.

Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Assakinah Siscahyaningsih membuat inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup anak yang menghadapi kanker.

Yang disusun dalam penelitian dan skripsinya berjudul Efektivitas Play-Based Occupational Therapy dalam Meningkatkan Quality of Life pada Anak Penderita Kanker.

Dalam penyusunannya, Assakinah didampingi oleh Dra Tatik Meiyuntariningsih, M.Kes., Psikolog dan Akta Ririn Aristawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Sasa, sapaan akrab Assakinah mengaku, pemilihan topiknya merupakan diambil dari pengalaman pribadinya ketika pengabdian masyarakat di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Surabaya saat semester lima.

“Saat mengikuti kegiatan itu saya terinspirasi untuk menciptakan program inovatif dan bermanfaat bagi penderita kanker,” kata Sasa, Senin (17/2).

Setelah melakukan observasi dan wawancara, ternyata dia menemukan banyak anak penderita kanker yang kerap merasa lelah dan sedih akibat menjalani terapi pengobatan secara rutin.

Dia menjelaskan Play-Based Occupational Therapy (PBOT) merupakan metode terapi yang memanfaatkan berbagai jenis permainan untuk membantu pasien mengasah keterampilan hidup.

“Ada berbagai jenis mainan dalam terapi ini, antara lain mainan perkakas, rubik, dan estafet bola emoji. Saya juga memanfaatkan alat bantu pop-up book, pohon harapan, dan bola untuk memperkuat efek terapi,” jelas mahasiswa dengan IPK 3,78 itu.

Dalam hasil penelitian itu, Sasa membuktikan terapi tersebut mampu secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Terapi ini layaknya mengajak anak bermain, tetapi sebenarnya terapi untuk meningkatkan kualitas hidup, termotivasi, percaya diri, dan semangat menjalani proses yang berat bagi sejumlah anak penderita kanker,” ungkapnya.

Dia mencontohkan seperti pembuatan pohon harapan. Anak-anak menuliskan catatan kecil yang digantungkan pada pohon harapan mengingatkan dan memotivasi mereka untuk meraih impian harus sembuh.

Dia berharap hasil penelitiannya tersebut bisa bermanfaat bagi banyak orang.

"Semoga skripsi ini dapat menjadi referensi yang berguna bagi para pendamping anak-anak kanker di seluruh dunia, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup mereka yang seringkali terabaikan selama menjalani perawatan," ucapnya.

Sementara itu, dosen pembimbing Akta Ririn Aristawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan dengan membuat buku dan mengurus hak ciptanya.

Yang nantinya akan disebarluaskan bagi perawat anak kanker agar mereka tidak kesulitan selama merawat.

“Kami juga akan membuat modul. Ini sedang proses dan lanjutannya membuat buku saku untuk orang tua juga agar bisa dibawa ke mana-mana,” kata Akta. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Emosional #pengobatan #kesehatan #untag surabaya #pasien kanker anak #kualitas hidup