Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BhinekaCo, Board Game Unik Bertema Pakaian Adat 32 Suku Indonesia

Rahmat Sudrajat • Minggu, 16 Februari 2025 | 17:36 WIB
CINTA TANAH AIR: board game 32 suku di Indonesia karya mahasiswa DKV.
CINTA TANAH AIR: board game 32 suku di Indonesia karya mahasiswa DKV.

RADAR SURABAYA - Salah satu permainan yang seringkali didengar dan dimainkan oleh masyarakat Indonesia yakni board game.

Seperti monopoli, ular tangga, catur, dan masih banyak lainnya.

Tidak jarang board game menjadi permainan favorit anak-anak, karena memiliki komponen dan cerita permainan yang beragam sekaligus melatih problem solving anak.

Berangkat dari kebiasaan tersebut, tiga mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dinamika (Undika) menciptakan sebuah board game berjudul BhinekaCo.

Board game BhinekaCo adalah sebuah permainan board game yang berbentuk seperti Stacko, namun dengan desain yang unik dan karakter-karakter yang ada di dalam permainan ini mengenakan pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia.

Ide ini muncul dari tiga mahasiswa DKV Undika yang bernama Tegar Prasetiyo, Haekal Rahmami Loka Jaya, dan Mochammad Rizki Ramadhan.

Tegar, perwakilan dari ketiga mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama penciptaan board game ini adalah untuk mengedukasi anak-anak tingkat SD tentang keberagaman budaya Indonesia.

“Indonesia sangat kaya akan keberagaman budaya, dan kami ingin membuat sebuah media pembelajaran yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak,” kata Tegar, Jumat (14/2).

Karakter-karakter di permainan BhinekaCo berbentuk seperti orang dengan tangan menyamping dan ke atas.

Karakter-karakter ini dibalut dengan stiker laminasi doff yang bergambar pakaian adat dan mewakili total 32 suku di Indonesia.

BhinekaCo menggunakan nuansa warna yang cerah agar dapat menarik anak-anak untuk bermain.

“Selain warna, bahan yang kami gunakan untuk BhinekaCo adalah plastik yang aman apabila tergigit oleh anak-anak,” tutur Tegar.

Untuk kemasan hardbox, Tegar dan tim membuat sendiri dengan menggunakan bahan kertas karton tebal yang mereka rakit sedemikian rupa.

Tidak hanya berhenti di situ, Tegar dan tim menambahkan unsur futuristik dalam board game ini. Mereka menggunakan teknologi augmented reality (AR). (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#suku #Ular Tangga #monopoli #budaya #board game #augmented reality